TENTANGKALTENG.ID, BARITO UTARA – Wakil Bupati Barito Utara (Barut), Felix Sonadie Y. Tingan, memaparkan kondisi dan strategi penanggulangan kemiskinan di Barito Utara dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 di Palangka Raya.
Rakor yang dipimpin Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, tersebut digelar di Aula Kantor Bapperida, Palangka Raya, pada Kamis, 20 November 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Kalteng Nomor 188.44/83/2022 mengenai Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Kalteng Tahun 2022–2026.
Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan menjelaskan bahwa berdasarkan data BPS Kalteng Tahun 2025, Barito Utara menempati peringkat ke-9 dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 7.440 jiwa atau setara 5,52% dari total penduduk.
Ia menguraikan bahwa beberapa faktor yang memengaruhi capaian tersebut meliputi perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah dari 2,92% pada Triwulan I menjadi 2,48% pada Triwulan II tahun 2025, kenaikan Garis Kemiskinan dari Rp 590.832 (2024) menjadi Rp 628.429 (2025) akibat inflasi, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berada di angka 4,71% pada tahun 2024.
Felix juga menegaskan bahwa Pemkab Barito Utara telah menetapkan target ambisius dalam Rancangan Awal RPJMD 2025–2029, yakni menurunkan angka kemiskinan hingga mencapai 4,6% pada tahun 2030.
Target ini akan diupayakan melalui implementasi tiga strategi utama sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem:
- Pengurangan Beban Pengeluaran: Dilakukan melalui operasi pasar murah, GEPAMOR, serta penyaluran berbagai program bantuan sosial seperti PKH, BPNT, JKN-PBI, hingga BLT Dana Desa.
- Peningkatan Pendapatan: Diwujudkan melalui penguatan kelembagaan ekonomi, dukungan sektor pertanian, pendidikan dan vokasi, serta penguatan kapasitas pelaku UMKM.
- Penurunan Kantong-Kantong Kemiskinan: Diupayakan melalui peningkatan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur jalan, penyediaan sanitasi layak, dan pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Barito Utara terus berupaya mengendalikan inflasi daerah, yang hingga minggu kedua November menunjukkan capaian minus 0,41 persen, sebagai salah satu langkah menjaga daya beli masyarakat.
Felix menegaskan bahwa hasil Rakor mendorong pemerintah daerah untuk segera menyusun RPKD Kabupaten yang selaras dan sinergis dengan RPKD Provinsi Kalteng.
Sebelumnya, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo menekankan pentingnya penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi dengan komitmen nasional maupun global melalui Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama yaitu menghapus kemiskinan dalam segala bentuk.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan