TENTANGKALTENG.ID, SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara menyiapkan strategi jangka panjang guna memperkuat pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Langkah konkret yang ditempuh yakni dengan memetakan pembangunan sumur bor di setiap desa, kelurahan, hingga kecamatan, terutama pada daerah yang selama ini minim pasokan air bersih maupun pasokan pemadaman.
Bupati Sukamara, Masduki, mengungkapkan bahwa instruksinya telah diturunkan kepada jajaran kades, lurah, dan camat untuk memetakan titik-titik krusial tersebut.
“Kita sudah instruksikan kepada seluruh desa seperti kades, lurah dan camat untuk mencari dan menentukan titik pembuatan sumur bor yang akan dibangun,” kata Masduki pada Kamis, 17 September 2026.
Momen musim kemarau saat ini dinilai pas untuk mendeteksi kawasan rawan yang mengalami defisit pasokan air baku. Pemetaan akurat ini bakal menjamin efektivitas pemanfaatan fasilitas sumur bor ke depan.
Ketiadaan pasokan air di lokasi kejadian kerap kali memperlambat gerakan tim pemadam saat berjihad memadamkan kobaran api.
“Dengan peralatan yang cukup terkadang tim pemadaman kesulitan mendapatkan air. Makanya akan kita bangun sumur bor ini di titik yang memang sulit mendapatkan air,” ujarnya.
Demi merealisasikan infrastruktur pemadam ini, Pemkab Sukamara tidak hanya bertumpu pada dana APBD semata. Pihaknya berencana menggaet partisipasi korporasi melalui alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan.
Inisiatif terintegrasi ini diharapkan memperpendek jarak jangkau tim pemadam maupun masyarakat desa rawan bencana terhadap sumber air terdekat.
“Dengan personel cukup, peralatan cukup serta sumber air yang cukup maka kita berharap penanggulangan bencana Karhutla saat ini bisa lebih maksimal lagi,” ucap Masduki.
Kesiapsiagaan sarana ini diharapkan dapat memangkas potensi meluasnya tutupan lahan yang terbakar setiap kali musim kemarau menerjang kawasan Sukamara.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan