Harga Bahan Pokok Naik, DPRD Barito Utara Harap Rakor Inflasi Mampu Beri Solusi Konkret

Aris Kurnia Hikmawan

13 January 2025, 19:54 WIB

Bagikan

Keterangan Foto: Anggota DPRD Barito Utara, Bina Husada. (ist)

TENTANGKALTENG.ID, BARITO UTARA – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2024 yang diselenggarakan secara virtual pada Senin, 13 Januari 2025. Rakor ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan diikuti oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara, Drs. Jufriansyah, M.AP. Turut hadir dalam pertemuan ini, Staf Ahli Bupati bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, drg. Dwi Agus Setijowati, serta Asisten II Sekda bidang Perekonomian dan Pembangunan, Gazali Montallatua.

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat C Sekretariat Daerah Barito Utara ini juga dihadiri oleh Sekdisdagrin Barito Utara, staf bagian ekonomi Setda, perwakilan BPJS, staf Bulog Barito Utara, serta perwakilan BPPD Barito Utara.

Dalam rakor tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyoroti beberapa komoditas yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Di tingkat produsen, kedelai biji kering mengalami harga di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) atau Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar 23,99%. Sementara itu, di tingkat konsumen, beberapa bahan pokok mengalami lonjakan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau HAP, seperti cabai rawit merah yang naik 41,49%, beras premium zona 3 sebesar 21,28%, beras medium zona 3 naik 18,69%, bawang putih 11,79%, dan minyak goreng Minyakita sebesar 11,09%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), secara nasional harga cabai merah pada minggu kedua Januari 2025 masih berada dalam kisaran HAP. Namun, terjadi kenaikan harga sebesar 34,55% dibandingkan Desember 2024. Cabai rawit juga mengalami kenaikan 42% dibanding bulan sebelumnya.

Selain itu, harga telur ayam ras juga mengalami kenaikan sebesar 3,41% dibandingkan Desember 2024 dan kini berada di atas HAP. Harga Minyakita juga masih bertahan di atas HET, dengan kenaikan sebesar 0,85% dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan kenaikan harga minyak goreng pada Januari 2025. Harga rata-rata minyak goreng premium yang tidak diatur regulasi mencapai Rp22.010 per liter (+1,67%), minyak goreng curah Rp17.720 per liter (+1,87%), dan Minyakita Rp17.342 per liter (+1,41%).

Kenaikan harga minyak goreng ini didorong oleh lonjakan harga bahan baku, terutama minyak sawit mentah (CPO). Per 3 Januari 2025, harga CPO dalam negeri menunjukkan tren kenaikan yang diperkirakan terus berlanjut, seiring dengan penerapan kebijakan Mandatory B-40 pada 2025.

Terkait pasokan minyak goreng rakyat, realisasi Domestic Market Obligation (DMO) pada Desember 2024 mencapai 210.836 ton atau 124% dari kebutuhan minyak goreng kemasan sederhana dan curah sebesar 170.000 ton per bulan. Pada Januari 2025, realisasi DMO telah mencapai 28.977 ton, seluruhnya dalam bentuk Minyakita. Tren peningkatan realisasi DMO ini terlihat sejak September hingga Desember 2024, sejalan dengan perkembangan ekspor CPO yang positif. Mulai 12 November 2024, seluruh DMO hanya tersedia dalam bentuk Minyakita.

Kesimpulan rakor ini menegaskan bahwa beberapa komoditas di tingkat produsen masih memiliki harga di bawah HPP/HAP, terutama kedelai biji kering. Sementara itu, di tingkat konsumen, harga cabai rawit merah, beras premium, beras medium, bawang putih, dan Minyakita masih berada di atas HET/HAP.

Secara nasional, harga cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras mengalami kenaikan dan tetap berada di atas HAP. Harga Minyakita pun bertahan di atas HET.

Produksi bawang merah pada Januari 2025 meningkat dengan panen raya di hampir seluruh sentra bawang merah. Hingga 9 Januari 2025, harga rata-rata nasional cabai rawit merah mencapai Rp83.387 per kg, sementara harga acuannya adalah Rp57.000 per kg, atau naik 46% di atas harga acuan. Realisasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras pada Januari 2025 mencapai 152.510 ton atau 6,24% dari kebutuhan nasional.

Sementara itu, anggota DPRD Barito Utara, Bina Husada, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan rakor ini. Menurutnya, koordinasi antara daerah dan pusat sangat penting untuk menyinkronkan data inflasi sehingga dapat diperoleh strategi yang tepat dalam mengatasinya.

“Kita apresiasi atas rakor tersebut, dan harapannya ada satu solusi yang konkret, juga nantinya didapati dalam menangani persoalan inflasi tersebut,” ujarnya.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 3 February 2025

Bagikan

Rekomendasi

Di Akhir Periode KAHMI Kalteng, Apresiasi dan Dorongan Regenerasi Menguat

SMSI Kalteng Dorong Kolaborasi Media dan Kepolisian Jaga Stabilitas Daerah

Layanan Digital KHBS Diluncurkan, Pemprov Kalteng Perkuat Transparansi Bansos

Perkuat Wawasan Kebangsaan, Bambang Purwanto Gelar Sosialisasi 4 Pilar

Bambang Purwanto Perkuat Nasionalisme Melalui Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Juliwanto (Andeskie) Beri Bantuan dan Semangat untuk Korban Kebakaran di Kasongan

Sirajul Rahman Tinjau Kebakaran Besar di Kasongan, Salurkan Bantuan dan Beri Dukungan Moril

Musprov VI Perbakin Kalteng Berjalan Lancar, Ketua Perbakin Barut Pimpin Sidang

Hadapi PT BSG, DPD ARUN Kalteng Kawal Rakyat Kecil Sampai Bebas

DPW PAN Kalteng Gelar Do’a Bersama Anak Yatim

Bambang Purwanto Gaungkan Empat Pilar Kebangsaan di Desa Kapitan

Bambang Purwanto Tegaskan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan di Desa Sumber Agung