Hero Mandouw: Pabrik Limbah Medis di Kotim Jadi Langkah Strategis Kalteng

Aris Kurnia Hikmawan

12 March 2025, 19:35 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Angin segar berembus dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuju arah pengelolaan limbah medis yang lebih canggih dan berkelanjutan. Pembangunan pabrik limbah medis yang sedang dirintis di daerah ini mendapat dukungan penuh dari DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya dari Hero Harapanno Mandouw, anggota Komisi III.

Hero menyambut proyek ini sebagai sebuah lompatan besar dalam dunia kesehatan dan lingkungan. Ia menyebut langkah Pemerintah Kabupaten Kotim sebagai inovasi yang patut diapresiasi, tak hanya karena manfaat lingkungan, tetapi juga potensi ekonomi yang dibawanya.

“Kami selaku anggota Komisi III DPRD Kalteng mendukung penuh terobosan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kotim. Pabrik ini tidak hanya berfungsi untuk pengelolaan limbah medis, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi yang signifikan,” ujarnya, baru-baru ini.

Proyek ini ditargetkan tuntas pada akhir 2025 dan mulai beroperasi awal 2026. Salah satu hal yang menjadi sorotan Hero adalah pentingnya kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki teknologi pengolahan limbah mutakhir.

“Karena ada investor yang mampu mengelola limbah medis dengan teknologi yang modern. Ini adalah contoh bagaimana sektor kesehatan dapat bekerja sama dengan sektor swasta untuk menghasilkan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Tak hanya untuk Kotim, Hero berharap pabrik ini bisa menjadi cetak biru yang bisa direplikasi di kabupaten dan kota lain di Kalimantan Tengah.

“Kami berharap daerah-daerah lain di Kalteng bisa mencontoh langkah inovatif yang diambil oleh Kotim, sehingga penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah medis dapat diterapkan secara luas,” tambah politisi dari Partai Demokrat tersebut.

Dalam pandangannya, proyek ini juga harus memastikan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan tetap menjadi prioritas utama.

“Pengelolaan limbah medis ini harus memenuhi standar keselamatan dan ramah lingkungan, sehingga tidak merusak alam atau kesehatan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Ia pun menaruh harapan besar bahwa keberhasilan proyek ini bisa menjadi tolok ukur nasional dalam pengelolaan limbah medis.

“Kami berharap, jika proyek ini berhasil, daerah lain akan meniru langkah ini. Yang penting, pengelolaan limbah medis ini tetap ramah lingkungan dan aman, sehingga bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 13 May 2025

Bagikan

Rekomendasi

Pemberdayaan Masyarakat Harus Jadi Prioritas Utama APBN

Golkar Kalteng Bagikan 1.000 Paket Sembako di Tengah Kabut Asap

PWI Barito Utara Bagikan Ratusan Masker di Tengah Kabut Asap

PAMA Distrik BEKB Edukasi Siswa SMPN 1 Teweh Timur Cegah Bahaya Narkoba

Rangkaian BIK 2026 Hadirkan Berbagai Program Edukasi dan Aksi Sosial di Kotawaringin Barat

OJK Kalteng Gelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Pangkalan Bun

HUT Golkar Kalteng Diisi Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan

SMSI Kalteng Siap Bersinergi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2029

Karhutla Kalteng Memburuk, ARUN Kalteng Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional

Sengketa Lahan Hiu Putih Memanas, Pembangunan Toko Jeffriko Seran Diduga Tanpa Izin

OJK dan BI Kalteng Bersama FKIJK-BMPD Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Karhutla

Sektor Jasa Keuangan Kalteng Tetap Tangguh Hadapi Dinamika Global dan Karhutla