MK Diskualifikasi Dua Paslon Pilkada Barito Utara, Pemungutan Suara Diulang dari Nol

Aris Kurnia Hikmawan

14 May 2025, 17:15 WIB

Bagikan

Keterangan Foto: Gedung Mahkamah Konsitusi (MK) Republik Indonesia (RI) di Jakarta Pusat, DKI Jakarta. (ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA Babak baru dalam demokrasi lokal Kabupaten Barito Utara dimulai dengan langkah tegas dari Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam sidang putusan sengketa hasil Pilkada, MK secara resmi mendiskualifikasi dua pasangan calon (paslon) yang sebelumnya bertarung memperebutkan kursi kepala daerah.

Putusan yang dibacakan dalam sidang perkara nomor 28/PHPU.BUP-XXIII/2025 itu mengguncang jagat politik lokal. Dalam amar putusannya, MK menegaskan bahwa kedua paslon bersalah karena melakukan pelanggaran berat berupa politik uang yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif. “Pelanggaran ini bukan hanya mencoreng integritas pemilu, tapi juga merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi,” tegas hakim ketua saat membacakan putusan.

Fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan menunjukkan adanya pembagian uang dan barang kepada pemilih untuk memengaruhi pilihan mereka. Praktik manipulatif semacam ini, menurut MK, merupakan bentuk kejahatan demokrasi yang tak bisa ditoleransi.

Sebagai konsekuensi, MK memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Barito Utara untuk mencoret kedua paslon dari daftar peserta dan mengulang seluruh proses pemungutan suara. Dengan kata lain, kontestasi pilkada di Barito Utara akan dimulai lagi dari titik nol, tanpa kehadiran dua paslon yang telah terbukti curang.

Putusan ini tidak hanya menggugah kesadaran publik, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi seluruh peserta pemilu di Tanah Air. MK mengirimkan sinyal kuat bahwa kecurangan tidak akan mendapat tempat dalam sistem demokrasi Indonesia. Lembaga seperti Bawaslu serta aparat penegak hukum diharapkan memperkuat pengawasan untuk mencegah terulangnya pelanggaran serupa.

Kini, sorotan tertuju pada Barito Utara. Warga setempat menaruh harapan besar pada proses pemilihan ulang yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Mereka menantikan sebuah pesta demokrasi yang bersih, jujur, dan benar-benar mencerminkan suara rakyat.

Pemungutan suara ulang ini, yang akan digelar tanpa keikutsertaan dua paslon terdiskualifikasi, menjadi kesempatan emas bagi masyarakat Barito Utara untuk memilih pemimpin yang layak dan berintegritas tinggi.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 14 May 2025

Bagikan

Rekomendasi

ARUN Kalteng Dampingi Rakyat Kecil Hadapi PT BJAP, Sauce Akhirnya Divonis Bebas

Uji Ketangguhan di Lintasan Off-Road, New Toyota Hilux Diperkenalkan di Palangka Raya

Pengurus Baru KSU SB Minta Audit Keuangan Usai RDP DPRD Kalteng Tak Beri Kepastian

Kehilangan Sosok Kakak, Andi Yuslim Patawari Kenang Kebaikan Almarhum Rachmat Gobel

Waketum KADIN Indonesia Tekankan Penguatan Dunia Usaha dan Lapangan Kerja di Kalteng

PW NU Kalteng Dukung Pembentukan HPN, Siap Perkuat Ekonomi Nahdliyin di Daerah

Wagub Kalteng Minta Pemkab Sukamara Perkuat Inovasi dan Kehadiran di Tengah Masyarakat

Haddad Alwi Semarakkan Doa dan Syukuran Hari Jadi ke-24 Kabupaten Sukamara

Pemkab Sukamara Alokasikan Rp3,2 Miliar untuk Lanjutkan Peningkatan Jalan Kartamulia

Bupati Sukamara Pastikan Kesiapan Peningkatan Jalan Poros Kartamulia

Kartamulia Wakili Sukamara di Lomba Desa Tingkat Kalteng

Sukamara Expo 2026 Jadi Panggung Promosi 200 UMKM Lokal