TENTANGKALTENG.ID, BARITO UTARA — Tragedi kebakaran yang melanda RT 02 Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah, mengundang simpati dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, yang langsung bergerak menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak.
Kebakaran hebat itu terjadi pada Senin, 5 Mei 2025, sekitar pukul 13.10 WIB. Api melahap sejumlah bangunan milik warga, termasuk rumah tinggal dan warung. Beruntung, kobaran api berhasil dijinakkan dua jam kemudian berkat sinergi BPBD, Disdamkarmat, TNI, MPA Desa Lemo II, serta masyarakat setempat.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap konstituennya, legislator dari Dapil I ini menyampaikan kepeduliannya lewat bantuan langsung. Pendistribusian sembako itu menyasar seluruh warga yang terdampak musibah.
Bantuan yang dibagikan terdiri dari dua dus mie instan, dua rak telur, satu sak beras 10 kilogram, dua dus air mineral, serta gula, kopi, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Setelah mendengar adanya musibah kebakaran di Desa Lemo II, saya langsung menelpon kakak saya yang ada di desa tersebut agar segera memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah. Bantuan langsung kami serahkan sesaat setelah kejadian,” ungkap Patih Herman AB, Selasa, 6 Mei 2025.
Dirinya pun mengungkapkan harapan agar para korban diberikan kekuatan dalam menghadapi situasi sulit ini, serta mendorong masyarakat sekitar untuk ikut meringankan beban saudara mereka yang tertimpa musibah.
Athink — sapaan akrab Patih Herman — juga menyampaikan apresiasinya terhadap respons cepat serta semangat gotong royong dari pemerintah desa dan warga setempat.
“Ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama dalam situasi darurat. Kami dari DPRD juga berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemulihan bagi warga yang terdampak,” ujar Patih Herman AB, Selasa, 6 Mei 2025.
Ia menambahkan, diperlukan sinergi dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk memberikan bantuan lanjutan serta solusi jangka panjang bagi warga, termasuk perbaikan rumah dan tempat usaha yang rusak.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan