Anggaran Infrastruktur Menurun Drastis, DPRD Kalteng Desak Pusat Tangani Jalan Rusak

Aris Kurnia Hikmawan

3 November 2025, 22:37 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Kondisi infrastruktur jalan di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang kian memprihatinkan telah menarik perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, menilai bahwa persoalan jalan rusak di provinsi ini tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Pasalnya, sebagian besar ruas jalan utama merupakan jalan negara yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan Lohing pada Senin, 3 November 2025. Ia menyoroti adanya penurunan signifikan dalam alokasi dana pusat untuk penanganan jalan di Kalteng beberapa tahun terakhir.

“Perlu dipahami bersama, jalan negara itu pembiayaannya sepenuhnya dari pusat. Jadi kalau anggaran yang dikucurkan menurun, otomatis berdampak pada lambatnya perbaikan di lapangan,” ujarnya.

Lohing mengungkapkan, sebelumnya alokasi dana pusat untuk Kalteng pernah mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun, namun kini jumlahnya anjlok hingga tidak mencapai sepertiga dari angka tersebut.

“Bayangkan, dengan wilayah Kalteng yang begitu luas dan ruas jalan negara yang ribuan kilometer panjangnya, tentu dana segitu sangat tidak mencukupi. Akibatnya, banyak titik jalan rusak yang tidak tertangani secara maksimal,” bebernya.

Politisi dari PDI Perjuangan ini menambahkan, tantangan infrastruktur di Kalteng bukan hanya soal anggaran. Kondisi geografis yang berat, seperti tanah gambut, curah hujan tinggi, dan sulitnya akses ke pedalaman, menyebabkan biaya pembangunan dan perawatan jalan jauh lebih tinggi dibanding daerah lain.

“Karena karakteristik wilayahnya berbeda, Kalteng memerlukan perhatian khusus dari pusat. Kalau alokasi anggaran malah dikurangi, bagaimana kita mau mengejar ketertinggalan infrastruktur?” tegas Lohing.

Menanggapi kondisi ini, Komisi IV DPRD Kalteng berencana segera berkoordinasi dengan Balai Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemerintah Provinsi untuk menyampaikan aspirasi langsung ke Kementerian PUPR. Tujuannya adalah agar dana infrastruktur untuk Kalteng dapat kembali ditingkatkan.

Lohing menekankan pentingnya jalan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. Jika akses jalan rusak, aktivitas warga terganggu, harga kebutuhan pokok melonjak, dan ekonomi daerah ikut terdampak.

“Kami akan sampaikan langsung agar ada evaluasi dari pusat. Jalan adalah urat nadi perekonomian masyarakat. Kalau aksesnya rusak, aktivitas warga terganggu, harga kebutuhan naik, dan ekonomi daerah pun ikut terdampak,” tutur Lohing.

DPRD Kalteng berkomitmen untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas agar masyarakat di pelosok tidak lagi terisolasi akibat infrastruktur yang buruk.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 18 November 2025

Bagikan

Rekomendasi

Muskab Ke-VII Kadin Barito Utara Segera Digelar, Legislator PPP Beri Dukungan

Legislator PAN Barito Utara Gelar Tasmiyah Aqiqah Cucu Pertama

Status Lahan Eks DPRD Barito Utara Disepakati Usai Pengecekan Lapangan

Endang Susilawatie Serap Aspirasi Pendidikan di SMAN 2 Kasongan

Reses di SMAN 2 Kasongan, Legislator Serap Aspirasi Pendidikan

Warga Pendreh Soroti Status Ketua RT 04, Minta Kejelasan Kepengurusan

Sengketa Lahan di Pendreh, Warga dan Perusahaan Sepakati Cek Lapangan

Bupati Barito Utara Dorong ASN Shalat Berjamaah di Jam Kerja

Syukuran Adat Bakumpai, Warga Bintang Ninggi Rayakan Kembalinya Aktivitas Mooring

Penumpang Pesawat Arus Balik di Muara Teweh Mulai Menurun

Sekda Tekankan Akurasi Data dalam Evaluasi KLA 2026

Silaturahmi Hangat, Bupati Shalahuddin Kenang Masa di PUPR