Disperindag Kalteng Genjot IKM Tembus Ekspor

Aris Kurnia Hikmawan

5 January 2026, 20:25 WIB

Bagikan

(IST)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan industri kecil menengah.

Upaya tersebut difokuskan agar pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kalteng mampu menembus pasar ekspor dan bersaing di tingkat internasional. Hal ini menjadi bagian dari visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah melalui program IKM Berkah.

“Peningkatan IKM juga menjadi atensi kita, karena IKM Berkah merupakan visi misi Pak Gubernur. Ini akan kita tingkatkan melalui sosialisasi dan pelatihan-pelatihan, sekaligus mendorong para IKM agar bisa go ekspor,” jelasnya, pada Senin, 5 Januari 2026.

Untuk mencapai target tersebut, Disperindag Kalteng menyiapkan berbagai langkah, mulai dari sosialisasi hingga pelatihan teknis guna meningkatkan kualitas serta daya saing produk lokal.

“Supaya bisa ekspor, nantinya akan kita laksanakan sosialisasi dan pelatihan. Harapannya, di tahun 2025 hingga target 2026, produk-produk Kalteng ini bisa go ekspor sampai ke mancanegara,” katanya.

Selain itu, Disperindag Kalteng juga tengah menghimpun produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota untuk ditetapkan sebagai produk unggulan daerah melalui Surat Keputusan Gubernur.

“Ada sektor produk-produk unggulan dari Kalteng yang sedang kita himpun dari kabupaten dan kota. Nantinya akan dijadikan satu kesatuan dan ditetapkan melalui SK Gubernur,” ujarnya.

Produk-produk lokal Kalteng dinilai memiliki potensi besar di pasar global. Hal ini terlihat dari apresiasi yang diberikan Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja.

“Hasil reses dari kunjungan kerja Komisi VII DPR RI, mereka sangat antusias dan mengapresiasi bagaimana produk-produk lokal Kalteng bisa bersaing, contohnya rotan dan bawang dayak yang sudah mulai go ekspor,” ungkapnya.

Salah satu contoh adalah rotan asal Kabupaten Katingan yang diolah menjadi anyaman seperti tikar, yang justru diminati pasar internasional karena keasliannya.

“Rotan dari Katingan itu masih bahan mentah, kemudian dianyam menjadi tikar. Produk yang original seperti ini justru sangat diminati oleh pasar mancanegara,” jelas Norhani.

Selain rotan, produk lain seperti tenun Kalteng dan tanaman herbal khas daerah juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan di pasar ekspor.

“Waktu Kalteng Expo kemarin, produk yang diminati salah satunya adalah tenun Kalteng dan herbal-herbal Kalteng, seperti bawang dayak. Bawang dayak ini kan tumbuhnya di Kalteng saja, kalau di luar daerah tidak,” katanya.

Untuk mendukung ekspor, Disperindag Kalteng juga mempersiapkan berbagai kelengkapan perizinan bagi pelaku IKM agar dapat memenuhi standar pasar internasional.

“Untuk IKM bisa ekspor, nanti kita akan memenuhi perizinan-perizinan yang ada terlebih dahulu. Ini yang sedang kita persiapkan,” pungkas Norhani.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 26 March 2026

Bagikan

Rekomendasi

Hasrat Apresiasi Kehadiran Stand KADIN di Batara Expo 2026

Gandeng Pemkot, KAHMI Palangka Raya Gelar Sunatan Massal Gratis

KADIN Barito Utara dan BRI Jajaki Kerja Sama KTA Berbasis BRIZZI

Gandeng Pemkot, KAHMI Palangka Raya Gelar Qurban Bersama Warga

Mantap Peluk Islam, Tiga Mualaf Bersyahadat di Acara KAHMI Palangka Raya

Sengketa Plasma Memanas, PT GIJ Dorong Penyelesaian Lewat Jalur Hukum

PT GIJ Buka Suara, Sebut Demo KSU Handep Hapakat Langgar Kesepakatan Mediasi

KSU Handep Hapakat Resmi Ambil Alih Swakelola Kebun, Sengketa dengan PT GIJ Kian Memanas

Bupati Barito Utara dan Ketua KADIN Fariyadi Y. Tingan Siap Berkolaborasi Majukan Usaha Lokal

Mengenal Andi Wirahadi Kusuma: Sosok Mandiri dan Pekerja Keras yang Kini Memimpin KAHMI Palangka Raya

Awali Kepengurusan, Ketua KADIN Barito Utara Terpilih Sambangi Panti Asuhan

Fariyadi Y. Tingan Resmi Terpilih Jadi Ketua KADIN Barito Utara