Pemprov Kalteng Perketat Prioritas Belanja Usai APBD 2026 Turun

Aris Kurnia Hikmawan

12 January 2026, 20:34 WIB

Bagikan

(IST)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah penyesuaian kebijakan keuangan menyusul penurunan APBD tahun 2026.

Kebijakan tersebut difokuskan pada efisiensi dan efektivitas belanja daerah agar program prioritas tetap berjalan optimal dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi penggunaan anggaran secara menyeluruh.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Semester II BPK RI Tahun 2025 pada Senin, 12 Januari 2026.

“Dengan adanya pemeriksaan ini, mengingatkan kita kembali untuk lebih efisien dan efektif menggunakan anggaran yang ada,” ujarnya kepada awak media.

Dalam menghadapi penurunan APBD, pemerintah daerah akan memperketat pemilahan belanja dengan menitikberatkan pada program yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jadi betul-betul kita (tetapkan) prioritas di atas prioritas lagi. Belanja itu kita pilah, (fokus) banyak kepada manfaat di masyarakat,” tegasnya.

Situasi ini juga memunculkan perhatian terhadap kualitas layanan dasar, khususnya di sektor pendidikan.

Pemprov Kalteng meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah, terutama Dinas Pendidikan, agar tetap menjaga kinerja dan tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai hambatan dalam pelayanan.

Leonard menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas agar pemerataan kualitas pendidikan dari wilayah pedalaman hingga perkotaan tetap terwujud.

“Dibutuhkan inovasi dan kreativitas dari Kepala Dinas dan jajaran. Bagaimana pendidikan dari desa, pedalaman, menuju ke perkotaan ini bisa dirasakan secara merata dan kualitasnya meningkat,” jelasnya.

Selain fokus pada efisiensi belanja, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada optimalisasi pendapatan, baik dari sektor pajak maupun non-retribusi.

Pemprov Kalteng berkomitmen menindaklanjuti berbagai rekomendasi BPK RI guna meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 27 March 2026

Bagikan

Rekomendasi

Gugatan Awal Mendadak Berubah, Jeffriko Seran Dinilai Tidak Percaya Diri

Sektor Keuangan Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global

Dinilai Copy Paste BAP, Tuntutan Mati Kasus Sabu 9 Kg di PN Sampit Diwarnai Banyak Kejanggalan

OJK Perkuat Struktur Organisasi, Tujuh Pejabat Baru Dilantik

OJK Perkuat Budaya Menabung untuk Dorong Kesejahteraan Generasi Muda

Kalteng Borong Tiga Penghargaan Nasional Literasi Keuangan 2026

DPD ARUN Kalteng Siap Kawal 5 RUU Strategis di DPR RI

Perkuat Pembinaan Atlet Voli Muda, DPRD Pohuwato Dukung Ajang Kapolres Cup II 2026

Laga Puncak Kapolres Pohuwato Cup 2026: PNM FC dan Vanjura FC Siap Bentrok di Partai Final

OJK Kalteng Edukasi Pelajar Palangka Raya Kelola Keuangan Sejak Dini

SMSI Kalteng dan OJK Perkuat Sinergi Perluas Literasi Keuangan

Jaringan Media Jadi Kekuatan Perluas Edukasi Keuangan di Kalteng