Kasus HIV/AIDS Kalteng Meningkat, Terapi ARV Masih Jadi Tantangan

Aris Kurnia Hikmawan

2 February 2026, 20:29 WIB

Bagikan

(IST)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Tren kasus baru HIV/AIDS di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalteng, jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) baru pada 2025 tercatat sebanyak 487 kasus, naik dari 419 kasus pada 2024.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, menyebutkan bahwa Kota Palangka Raya masih menjadi wilayah dengan jumlah temuan kasus tertinggi selama dua tahun berturut-turut.

“Pada 2024, Palangka Raya mencatat 143 kasus ODHIV baru. Tahun 2025 masih menjadi yang tertinggi dengan 120 kasus,” ujarnya pada Senin, 2 Februari 2026.

Selain Palangka Raya, peningkatan kasus juga terlihat di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 82 kasus pada 2024 dan 78 kasus pada 2025, serta Kabupaten Kotawaringin Barat yang naik dari 66 kasus pada 2024 menjadi 71 kasus pada 2025.

Sementara itu, Kabupaten Pulang Pisau mencatat angka terendah, yakni nol kasus pada 2024 dan satu kasus pada 2025.

Meski angka temuan kasus meningkat, capaian pengobatan dinilai belum maksimal. Pada 2024, dari 419 ODHIV baru, sebanyak 375 orang telah memulai terapi Antiretroviral (ARV).

Namun pada 2025, dari total 487 kasus baru, hanya 359 orang yang menjalani terapi tersebut.

“Ini menjadi perhatian karena terdapat selisih yang cukup besar antara kasus yang ditemukan dengan yang memulai pengobatan,” jelas Suyuti.

Ia mengungkapkan bahwa peningkatan kasus dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama perilaku berisiko seperti berganti pasangan dan tidak menggunakan kondom. Selain itu, faktor usia, jenis kelamin, serta kondisi sosial ekonomi juga turut berperan.

Pada 2025, kelompok dengan temuan kasus tertinggi berasal dari Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) sebanyak 125 kasus, diikuti populasi umum 87 kasus, pasangan berisiko tinggi 59 kasus, serta pelanggan pekerja seks sebanyak 52 kasus.

Untuk mendukung penanggulangan, seluruh fasilitas kesehatan di Kalteng kini telah mampu melakukan pemeriksaan HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS).

Sebanyak 85 layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) juga telah tersedia di seluruh kabupaten dan kota.

Suyuti menambahkan, data kasus HIV/AIDS untuk tahun 2026 masih dalam tahap pengumpulan dan belum dapat dianalisis secara menyeluruh.

“Data Januari 2026 masih dalam proses pengumpulan,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kalteng terus mengintensifkan berbagai langkah pencegahan, mulai dari edukasi masyarakat, skrining di fasilitas kesehatan, penyediaan alat tes dan kondom, hingga pemberian obat ARV dan pemeriksaan viral load secara gratis.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 28 March 2026

Bagikan

Rekomendasi

Muskab Ke-VII Kadin Barito Utara Segera Digelar, Legislator PPP Beri Dukungan

Legislator PAN Barito Utara Gelar Tasmiyah Aqiqah Cucu Pertama

Status Lahan Eks DPRD Barito Utara Disepakati Usai Pengecekan Lapangan

Endang Susilawatie Serap Aspirasi Pendidikan di SMAN 2 Kasongan

Reses di SMAN 2 Kasongan, Legislator Serap Aspirasi Pendidikan

Warga Pendreh Soroti Status Ketua RT 04, Minta Kejelasan Kepengurusan

Sengketa Lahan di Pendreh, Warga dan Perusahaan Sepakati Cek Lapangan

Bupati Barito Utara Dorong ASN Shalat Berjamaah di Jam Kerja

Syukuran Adat Bakumpai, Warga Bintang Ninggi Rayakan Kembalinya Aktivitas Mooring

Penumpang Pesawat Arus Balik di Muara Teweh Mulai Menurun

Sekda Tekankan Akurasi Data dalam Evaluasi KLA 2026

Silaturahmi Hangat, Bupati Shalahuddin Kenang Masa di PUPR