TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah menegaskan anggaran pendidikan yang dikelola merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Plt Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat Rapat Koordinasi bersama seluruh kepala sekolah se-Kalteng yang digelar secara daring pada Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menekankan bahwa anggaran sebesar Rp1,3 triliun tidak boleh dipandang sebagai belanja rutin, melainkan harus memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi peserta didik di daerah.
“Rp1,3 triliun yang kita kelola ini adalah 100 persen investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Tidak boleh disia-siakan dan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak didik kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Reza juga memaparkan penguatan program kuliah gratis yang menjadi bagian dari kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Saat ini, sebanyak 3.060 mahasiswa telah terdaftar sebagai penerima manfaat program tersebut. Ke depan, cakupan program akan diperluas agar seluruh lulusan SMA/SMK, khususnya dari keluarga kurang mampu, tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Ini golden ticket dari Pak Gubernur. Mereka bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara gratis di 36 perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalteng,” jelas Reza.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan jalur pembinaan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan, TNI, maupun Polri. Pada tahun 2026, Disdik menargetkan 3.000 siswa terbaik untuk mendapatkan pembinaan intensif dari total sekitar 30 ribu lulusan.
Program pembinaan tersebut mencakup bimbingan akademik, psikologi, hingga pemetaan minat dan bakat dengan dukungan teknologi digital, sehingga siswa dari wilayah pelosok memiliki peluang yang sama.
“Dengan teknologi, anak-anak di pelosok Kalteng punya kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota. Tidak ada lagi gap. Mereka tidak buta informasi tentang tes psikologi, SKD, atau tahapan seleksi,” ujarnya.
Reza juga menegaskan pentingnya peran sekolah sebagai pusat pengembangan peradaban, tidak hanya sebagai tempat belajar formal, tetapi juga sebagai wadah pembinaan potensi peserta didik melalui berbagai fasilitas pembelajaran modern.
Ke depan, Pemprov Kalteng juga menargetkan pengiriman 100 siswa terbaik untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia unggul.
“Kita ingin 100 anak terbaik Kalteng kuliah di luar negeri. Nanti mereka pulang, membawa perubahan besar untuk daerah kita,” ucapnya.
Ia menutup dengan menekankan bahwa dampak dari investasi pendidikan tidak dapat dirasakan secara instan, melainkan membutuhkan waktu panjang hingga puluhan tahun ke depan.
“Dampak dari apa yang kita lakukan hari ini baru akan benar-benar terasa lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun ke depan. Karena itu, saya minta seluruh kepala sekolah berperan aktif dan jemput bola. Ini adalah tanggung jawab dan kebanggaan kita bersama,” pungkasnya.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan