TENTANGKALTENG.ID, BARITO UTARA – Hiruk pikuk menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Barito Utara mulai terasa. Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Nurul Anwar, mengajak semua pihak untuk merapatkan barisan demi menjaga situasi tetap damai dan tertib, khususnya di dua TPS yang akan melaksanakan PSU: TPS 1 Melayu dan TPS 4 Malawaken.
Penetapan pelaksanaan PSU oleh KPU RI yang jatuh pada Sabtu, 22 Maret 2025, menjadi respons terhadap batas waktu 30 hari yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi pasca putusan dibacakan. Nurul Anwar pun menekankan pentingnya peran kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Semoga pelaksanaan PSU nantinya berjalan dengan lancar, kita berharap agar situasi dapat berjalan dengan kondusif,” ujarnya pada Rabu, 5 Maret 2025.
Sebagai legislator dari Fraksi PKB, Nurul Anwar menyoroti urgensi integritas dalam setiap proses pemilu. Menurutnya, keterbukaan menjadi kunci kepercayaan publik terhadap hasil akhir.
“Transparansi dalam proses pemilu sangat penting agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Ini adalah hak warga negara yang harus dihargai dan dijaga bersama,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa PSU bukan sekadar pengulangan teknis, melainkan perwujudan penghormatan terhadap suara rakyat. Dalam pandangannya, hasil PSU nantinya harus mencerminkan aspirasi masyarakat secara utuh.
“Masyarakat Barito Utara harus merasa yakin suara mereka dihitung dengan benar, dan hasilnya akan sesuai dengan harapan mereka,” ucap Nurul Anwar penuh harap.
Mengakhiri pernyataannya, ia menyuarakan optimismenya terhadap hasil PSU nanti yang tidak hanya lancar dalam pelaksanaan, tetapi juga menghadirkan pemimpin yang membawa angin segar perubahan bagi daerah.
“Kita semua berharap agar PSU ini tidak hanya berlangsung dengan lancar, tetapi juga menghasilkan pemimpin yang dapat membawa Barito Utara menuju perubahan yang lebih baik,” tutupnya.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan