TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Ketua Sapma Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah, Muhammad Enrico Hamlizar Tulis, mendorong pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat pengecer.
Menurutnya, fenomena pengecer BBM di masyarakat merupakan realitas yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi wilayah yang jauh dari akses SPBU. Ia menilai kebijakan pembatasan tanpa solusi justru akan menyulitkan masyarakat kecil.
“Bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari jangkauan SPBU, atau pengendara yang enggan mengantre lama, para pengecer adalah penyelamat dan ujung tombak distribusi BBM,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jum’at, 8 Mei 2026.
Dorongan penetapan HET ini juga didasari temuan di lapangan terkait tingginya harga BBM eceran. Disebutkan, harga Pertalite di tingkat pengecer dapat mencapai Rp20.000 per liter, sementara Pertamax menyentuh Rp25.000 per liter.
Kondisi tersebut dinilai memberatkan masyarakat, meskipun di sisi lain mereka tetap bergantung pada pengecer akibat keterbatasan akses terhadap SPBU resmi.
Enrico menilai, penetapan HET akan memberikan sejumlah manfaat, di antaranya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat, mengurangi antrean di SPBU, serta menciptakan ketertiban dalam ekonomi sektor mikro.
“Daripada dibatasi tanpa solusi, bukankah lebih bijak jika pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET)? Mari kita bicara tentang solusi agar ekonomi kerakyatan tetap berjalan tertib,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait seperti BPH Migas maupun Pertamina belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan tersebut.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan