Tragedi Tambang Kapuas: DPRD Kalteng Soroti Tambang Rakyat, Desak Penataan dan Pengawasan Ketat

Aris Kurnia Hikmawan

9 May 2025, 19:51 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Tragedi maut di Desa Marapit, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, yang menewaskan empat penambang emas, memicu reaksi keras dari DPRD Kalimantan Tengah. Anggota Komisi II, Noor Fazariah Kamayanti, angkat suara dan meminta langkah tegas dari pemerintah provinsi untuk membenahi aktivitas pertambangan rakyat yang selama ini minim pengawasan.

Dalam pernyataannya, Kamayanti menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. Ia menilai musibah ini menjadi cerminan nyata lemahnya sistem pengawasan terhadap penambangan rakyat, terutama yang berlangsung secara ilegal dan mengabaikan aspek keselamatan kerja.

“Saya sangat prihatin. Kejadian ini bukti nyata bahwa aktivitas penambangan rakyat tanpa regulasi yang jelas dan pengawasan ketat bisa berujung pada bencana. Keselamatan warga harus jadi prioritas utama, bukan dikesampingkan demi mengejar hasil tambang,” tegas Kamayanti, Jum’at, 9 Mei 2025.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kapuas dan Pulang Pisau, Kamayanti menyatakan bahwa pemerintah tak lagi bisa berpangku tangan. Ia menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap izin tambang rakyat, termasuk penerapan prosedur keselamatan kerja yang lebih disiplin dan ketat.

“Pemprov harus segera memperjelas skema legalisasi pertambangan rakyat dan memberikan pembinaan yang terarah. Kalau tidak, risiko kejadian serupa akan terus menghantui,” lanjutnya.

Kamayanti pun menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga—dari pemerintah provinsi hingga aparat penegak hukum—untuk memberantas praktik tambang ilegal yang kian marak. Ia menyebut bahwa edukasi kepada para penambang mengenai keselamatan kerja tidak bisa dikesampingkan.

“Kita tidak anti terhadap aktivitas ekonomi rakyat. Tapi semuanya harus tertata, legal, dan aman. Jangan ada lagi korban jiwa karena kelalaian dan ketidakhadiran negara dalam pengawasan,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 15 May 2025

Bagikan

Rekomendasi

Kasus Dugaan Pelecehan di Konser Amal Jadi Momentum Memahami Seksisme di Ruang Publik

Edukasi Pasar Modal Mahasiswa Untama Dorong Inklusi Keuangan Kotawaringin Barat

Polres Barsel Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga

Vokalis Perempuan Dilecehkan Pakai Celana Dalam Saat Konser Amal, Muchlis Safari Meradang!

Babak Baru Pasar Komoditas, OJK Ambil Alih Pengawasan Bursa Mineral

Pemkab Sukamara Petakan Pembangunan Sumur Bor Cegah Karhutla

Sungai Jelai Payau, PDAM Sukamara Atur Pengolahan Air

Dukung Kegiatan Pemuda, Bupati Sukamara Buka Turnamen KNPI Cup 2026

Tingkatkan Kesadaran Karhutla, Mabes TNI Edukasi Warga Sukamara

Antisipasi Lonjakan Karhutla, Pemkab Sukamara Tambah Personel Satgas Lintas Sektor

Jembatan Sungai Damar Terdampak Karhutla, Bupati Sukamara Instruksikan Perbaikan Cepat

Gugatan Awal Mendadak Berubah, Jeffriko Seran Dinilai Tidak Percaya Diri