DPRD Kalteng Desak Swasembada Pangan Jadi Aksi Nyata, Bukan Sekadar Slogan

Aris Kurnia Hikmawan

10 November 2025, 23:13 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, menegaskan pentingnya percepatan program swasembada pangan yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng agar tidak berhenti sebatas wacana.

Menurutnya, program krusial tersebut harus diwujudkan dalam bentuk aksi konkret dan gerakan bersama lintas sektor guna memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

“Swasembada pangan tidak cukup hanya dijadikan slogan. Harus ada aksi nyata, komitmen, dan sinergi lintas sektor untuk mewujudkannya,” ujarnya, pada Senin, 10 November 2025.

Bambang menilai, Kalteng memiliki potensi yang sangat besar sebagai daerah penyangga pangan nasional, mengingat ketersediaan lahan pertanian yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta petani yang berpengalaman.

“Potensi kita luar biasa. Kalau pengelolaannya tepat dan petani mendapat dukungan penuh, Kalteng bisa menjadi salah satu daerah kunci dalam menjaga stok pangan nasional,” tegasnya.

Ia mengapresiasi target Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 164.358 hektare yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Namun, Bambang mengingatkan bahwa capaian itu tidak akan berarti tanpa dukungan nyata terhadap petani di lapangan.

“Selama ini petani sering menghadapi kendala teknis di lapangan. Kalau pemerintah benar-benar hadir membantu dari proses awal hingga panen, maka swasembada pangan bukan hanya mimpi,” katanya.

Politisi PDIP tersebut menyoroti pentingnya pemerataan distribusi pupuk, benih, dan sarana produksi pertanian sebagai faktor kunci yang menentukan keberhasilan program swasembada. Ia juga menekankan bahwa peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Kita harus membangun sistem pertanian yang berkelanjutan, bukan hanya mengejar target jangka pendek. Petani perlu merasa dilibatkan dan dihargai,” tambahnya.

Bambang mengingatkan bahwa keberhasilan swasembada pangan bergantung pada kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, perangkat daerah terkait, hingga kelompok tani.

“Dinas terkait, TNI, pemerintah kabupaten dan kota, serta kelompok tani harus bergerak dalam satu arah. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia berharap, gerakan swasembada pangan di Kalteng dapat menjadi momentum kebangkitan pertanian yang mampu membangkitkan kebanggaan terhadap profesi petani sekaligus memperkuat kemandirian bangsa.

“Kalau semua bersatu, kita tidak hanya menanam padi, tapi juga menanam masa depan Indonesia yang mandiri dan kuat,” pungkasnya.

Dengan dorongan dari DPRD, program swasembada pangan diharapkan tidak sekadar menjadi target statistik, tetapi juga gerakan nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan kemandirian pangan daerah.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 18 November 2025

Bagikan

Rekomendasi

Gugatan Awal Mendadak Berubah, Jeffriko Seran Dinilai Tidak Percaya Diri

Dinilai Copy Paste BAP, Tuntutan Mati Kasus Sabu 9 Kg di PN Sampit Diwarnai Banyak Kejanggalan

OJK Perkuat Struktur Organisasi, Tujuh Pejabat Baru Dilantik

OJK Perkuat Budaya Menabung untuk Dorong Kesejahteraan Generasi Muda

Kalteng Borong Tiga Penghargaan Nasional Literasi Keuangan 2026

DPD ARUN Kalteng Siap Kawal 5 RUU Strategis di DPR RI

Perkuat Pembinaan Atlet Voli Muda, DPRD Pohuwato Dukung Ajang Kapolres Cup II 2026

Laga Puncak Kapolres Pohuwato Cup 2026: PNM FC dan Vanjura FC Siap Bentrok di Partai Final

OJK Kalteng Edukasi Pelajar Palangka Raya Kelola Keuangan Sejak Dini

SMSI Kalteng dan OJK Perkuat Sinergi Perluas Literasi Keuangan

Jaringan Media Jadi Kekuatan Perluas Edukasi Keuangan di Kalteng

Hadapi Tantangan Pengawasan Narkotika Cair, Kariswan Nilai Aspirasi Publik Penting dalam Proses Legislasi