OJK Perkuat Budaya Menabung untuk Dorong Kesejahteraan Generasi Muda

Aris Kurnia Hikmawan

1 September 2026, 11:25 WIB

Bagikan

Keterangan Foto: Foto bersama jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, pada Jum'at, 28 Agustus 2026. (ist)

TENTANGKALTENG.ID, BEKASI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan budaya menabung dan peningkatan literasi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian finansial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen itu diwujudkan melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar secara nasional dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” dengan lebih dari 1.100 peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa turut mengikuti kegiatan tersebut. Puncak kegiatan HIM dan BLK 2026 dilaksanakan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Jum’at, 28 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, serta sejumlah pejabat kementerian, pemerintah daerah dan pelaku Industri Jasa Keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional terus mengalami peningkatan. Saat ini, tingkat literasi keuangan tercatat mencapai 69,57 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Meski demikian, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah rata-rata nasional sehingga diperlukan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica.

OJK bersama kementerian, lembaga, Industri Jasa Keuangan dan pemerintah daerah terus memperluas akses keuangan bagi generasi muda, salah satunya melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Program tersebut menjadi bagian dari strategi untuk membangun kebiasaan menabung sejak dini sekaligus mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menekankan bahwa kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan uang, tetapi juga pembentukan karakter.

“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” kata Dicky.

Menurutnya, menabung harus dimaknai sebagai kebiasaan menyisihkan uang, bukan sekadar menyisakan uang. Dengan kebiasaan tersebut, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan dan mengelola keuangan secara lebih bijak.

Selama periode September 2025 hingga Juni 2026, Program KEJAR telah mencatat pembukaan sebanyak 679 ribu rekening pelajar baru. Selain itu, lebih dari 270 ribu kegiatan Bank Goes to School telah dilaksanakan di 122 ribu sekolah.

OJK juga telah melaksanakan berbagai kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 16 ribu pelajar di 40 kabupaten dan kota di Indonesia.

Pada 2026, OJK turut memberikan perhatian khusus kepada Sekolah Rakyat sebagai salah satu sasaran peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi kelompok strategis untuk mendapatkan akses edukasi keuangan sejak dini.

Selain penguatan budaya menabung, OJK juga terus memperluas program edukasi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Sepanjang 2026 hingga Agustus, OJK telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau sekitar 12,2 juta peserta. Melalui kolaborasi berbagai pihak dalam GENCARKAN, juga telah dilaksanakan 18.308 kegiatan edukasi langsung dengan jangkauan 3,2 juta peserta serta 22.797 kegiatan edukasi digital yang menjangkau sekitar 167,8 juta peserta.

Penguatan literasi keuangan turut dilakukan melalui program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI yang hingga saat ini telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia.

Sebagai bagian dari puncak HIM dan BLK 2026, OJK juga memberikan KEJAR Award dan Financial Literacy Award kepada Industri Jasa Keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, komunitas serta berbagai pihak yang aktif mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Dalam kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik tingkat kota/kabupaten regional Kalimantan, Kota Palangkaraya berhasil meraih penghargaan. Sementara untuk tingkat provinsi regional Kalimantan, penghargaan diberikan kepada Provinsi Kalimantan Barat.

Penghargaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, sehat dan berkelanjutan.

Melalui peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK berharap budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda. Kemampuan mengelola keuangan secara bijak juga diharapkan mampu menjadi bekal masyarakat dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat.

Sinergi antara OJK, pemerintah, Industri Jasa Keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 3 September 2026

Bagikan

Rekomendasi

Dinilai Copy Paste BAP, Tuntutan Mati Kasus Sabu 9 Kg di PN Sampit Diwarnai Banyak Kejanggalan

OJK Perkuat Struktur Organisasi, Tujuh Pejabat Baru Dilantik

Kalteng Borong Tiga Penghargaan Nasional Literasi Keuangan 2026

DPD ARUN Kalteng Siap Kawal 5 RUU Strategis di DPR RI

Perkuat Pembinaan Atlet Voli Muda, DPRD Pohuwato Dukung Ajang Kapolres Cup II 2026

Laga Puncak Kapolres Pohuwato Cup 2026: PNM FC dan Vanjura FC Siap Bentrok di Partai Final

OJK Kalteng Edukasi Pelajar Palangka Raya Kelola Keuangan Sejak Dini

SMSI Kalteng dan OJK Perkuat Sinergi Perluas Literasi Keuangan

Jaringan Media Jadi Kekuatan Perluas Edukasi Keuangan di Kalteng

Hadapi Tantangan Pengawasan Narkotika Cair, Kariswan Nilai Aspirasi Publik Penting dalam Proses Legislasi

Kariswan: Pemberantasan Narkoba Jenis Baru Perlu Dukungan dan Aspirasi Masyarakat Luas

SMSI dan PWI Barito Selatan Kaji Banding ke SMSI Barito Utara, Bahas Penguatan Organisasi dan SDM