TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Kebijakan efisiensi anggaran belanja daerah yang kini tengah diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dipastikan tidak akan menyentuh program kerja strategis.
Rencana pembangunan fisik serta jaring pengaman sosial bagi masyarakat di Bumi Tambun Bungai dijamin tetap berjalan sesuai target.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, di sela agenda silaturahmi dan dialog santai bersama para pimpinan organisasi pers serta insan media yang berlangsung di halaman Istana Isen Mulang, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kalteng pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Pertemuan hangat tersebut dirangkai dengan kegiatan jalan sore bersama. Pada kesempatan itu, Gubernur mengajak para jurnalis melihat dari dekat fasilitas Ruang Terbuka Hijau baru yang terintegrasi dengan kemegahan menara Bundaran Besar dan diproyeksikan segera dibuka untuk umum.
Sambil meninjau fasilitas publik tersebut, Agustiar memaparkan peta jalan pengelolaan keuangan daerah di tengah masa kepemimpinannya yang telah berjalan sekitar 11 bulan 10 hari. Sejak awal menjabat, dirinya langsung dihadapkan pada situasi yang menuntut pengetatan ikat pinggang pada kas daerah.
“Efisiensi anggaran kami sikapi dengan melakukan evaluasi dan pengurangan belanja yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti perjalanan dinas, belanja alat tulis kantor, kegiatan di hotel, dan pengeluaran sejenis lainnya,” kata Agustiar.
Ia menjabarkan bahwa pemotongan pos anggaran operasional internal birokrasi tersebut bertujuan agar struktur APBD dapat dialihkan sepenuhnya untuk mendanai pemenuhan hak-hak dasar warga serta proyek vital di lapangan. Bagi Agustiar, keterbatasan ini justru memacu jajarannya untuk bekerja lebih taktis dan tepat sasaran.
“Saya pastikan program infrastruktur tetap berjalan. Termasuk Program unggulan Satu Rumah Satu Sarjana juga tidak akan dihilangkan meskipun berada dalam keterbatasan anggaran,” tegasnya.
Pada sektor perlindungan sosial, ia menggaransi penyaluran bantuan kepada warga miskin tidak akan dikurangi sama sekali. Skema distribusi logistik dan stimulan keuangan direncanakan bisa bergulir lebih dari lima kali dalam kurun waktu satu tahun anggaran.
Bantuan yang disiapkan tidak melulu bertumpu pada pemenuhan bahan pangan pokok, melainkan juga menyasar pada pembiayaan dalam bentuk uang tunai. Jaminan pembiayaan juga mencakup alokasi insentif reguler bagi jajaran RT, RW, pemuka agama, serta tokoh adat di wilayah setempat.
Gubernur juga membeberkan rencana peluncuran inovasi program pelayanan masyarakat berbasis kartu pintar terintegrasi dalam waktu dekat sebagai langkah nyata eskalasi kesejahteraan keluarga prasejahtera.
“Kami juga akan meluncurkan Kartu Huma Betang. Jadi, meskipun di tengah efisiensi anggaran, program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah akan terus kami optimalkan,” pungkas Agustiar.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan