Harga Cabai Rawit di Palangka Raya Melonjak Drastis Jelang Ramadhan

Aris Kurnia Hikmawan

5 February 2026, 21:33 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalimantan Tengah melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Besar Palangka Raya pada Kamis, 5 Februari 2026.

Agenda ini dilaksanakan untuk memantau langsung dinamika harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat menjelang tibanya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, memimpin langsung pemantauan tersebut guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga meski biasanya terjadi fluktuasi permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Dalam tinjauannya, ditemukan bahwa mayoritas komoditas kebutuhan pokok berada pada level harga yang terkendali, namun satu jenis komoditas mengalami lonjakan drastis yang cukup mengkhawatirkan.

“Dari hasil peninjauan mulai dari bagian depan hingga belakang pasar, harga kebutuhan pokok bervariasi. Namun yang paling mencolok adalah kenaikan harga cabai rawit atau lombok tiung,” ujar Norhani.

Kenaikan harga tersebut tercatat sangat signifikan dalam kurun waktu lima hari terakhir, di mana harga cabai rawit yang semula berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram kini melonjak tajam hingga menembus angka Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram di tingkat pedagang pasar.

“Ini kenaikan yang cukup tajam. Sementara untuk komoditas lain masih relatif stabil,” jelasnya.

Berbeda dengan fenomena harga cabai, Norhani mencatat bahwa harga daging sapi masih bertahan pada angka normal di kisaran Rp140 ribu per kilogram, dan telur ayam ras terpantau stabil. Bahkan, harga komoditas bawang merah justru mengalami penurunan dari Rp38 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

“Bawang merah ada penurunan,” tambahnya.

Mengenai penyebab meroketnya harga cabai, Norhani menjelaskan bahwa hal ini dipicu oleh besarnya ketergantungan pasokan dari luar wilayah Kalimantan Tengah serta panjangnya alur distribusi komoditas tersebut.

“Cabai rawit ini sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah. Permintaannya tinggi, ditambah rantai distribusinya cukup panjang karena sudah berpindah tangan beberapa kali, sehingga harga menjadi lebih mahal,” ungkap Norhani.

Pihak pemerintah daerah kini tengah menyusun strategi untuk mendorong peningkatan produksi lokal agar ke depan pasokan cabai tidak lagi sepenuhnya bergantung pada distributor luar, sehingga masyarakat dapat menikmati harga yang lebih terjangkau.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 16 June 2026

Bagikan

Rekomendasi

Gugatan Awal Mendadak Berubah, Jeffriko Seran Dinilai Tidak Percaya Diri

Dinilai Copy Paste BAP, Tuntutan Mati Kasus Sabu 9 Kg di PN Sampit Diwarnai Banyak Kejanggalan

OJK Perkuat Struktur Organisasi, Tujuh Pejabat Baru Dilantik

OJK Perkuat Budaya Menabung untuk Dorong Kesejahteraan Generasi Muda

Kalteng Borong Tiga Penghargaan Nasional Literasi Keuangan 2026

DPD ARUN Kalteng Siap Kawal 5 RUU Strategis di DPR RI

Perkuat Pembinaan Atlet Voli Muda, DPRD Pohuwato Dukung Ajang Kapolres Cup II 2026

Laga Puncak Kapolres Pohuwato Cup 2026: PNM FC dan Vanjura FC Siap Bentrok di Partai Final

OJK Kalteng Edukasi Pelajar Palangka Raya Kelola Keuangan Sejak Dini

SMSI Kalteng dan OJK Perkuat Sinergi Perluas Literasi Keuangan

Jaringan Media Jadi Kekuatan Perluas Edukasi Keuangan di Kalteng

Hadapi Tantangan Pengawasan Narkotika Cair, Kariswan Nilai Aspirasi Publik Penting dalam Proses Legislasi