TENTANGKALTENG.ID, SUKAMARA – Pemerintah Kabupaten Sukamara masih menunggu hasil verifikasi dari tim pusat terkait penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kategori Pratama yang telah melalui sejumlah tahapan evaluasi.
Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), pemerintah daerah menyatakan seluruh proses penilaian mandiri telah diselesaikan sesuai indikator yang ditetapkan.
Kepala DP3APPKB Kabupaten Sukamara, M. Yunus, mengatakan hasil penilaian mandiri menunjukkan Kabupaten Sukamara telah memenuhi target minimal nilai 600 sebagai syarat untuk kategori Pratama.
“Penilaian secara mandiri oleh masing-masing kabupaten sudah selesai dengan mengikuti indikator yang ditetapkan, dan Kabupaten Sukamara masuk dalam target minimal 600 untuk kategori Pratama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses penilaian Kabupaten Layak Anak dilakukan secara bertahap. Setelah penilaian mandiri oleh pemerintah daerah, hasilnya diverifikasi oleh pemerintah provinsi sebelum dilanjutkan ke tahap verifikasi akhir oleh tim pusat.
“Verifikasi final dilakukan oleh tim pusat yang akan menentukan Kabupaten Sukamara mendapatkan predikat KLA kategori Pratama,” katanya.
Meski telah memenuhi target awal, Pemerintah Kabupaten Sukamara terus melakukan berbagai pembenahan terhadap sejumlah indikator yang masih perlu ditingkatkan agar capaian penilaian pada tahun berikutnya dapat lebih optimal.
Menurut Yunus, koordinasi lintas perangkat daerah terus diperkuat untuk memastikan setiap indikator penilaian dapat dipenuhi secara maksimal sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan kabupaten yang ramah anak.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan indikator tersebut, sehingga kekurangan yang ada dapat diperbaiki dan dimaksimalkan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap hasil verifikasi dari tim pusat dapat memberikan capaian terbaik sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak melalui berbagai program yang berkelanjutan.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan