Ansyari: Jalan Rusak Masalah Sistemik, Bukan Lagi Soal Tambal-Sulam

Aris Kurnia Hikmawan

10 June 2025, 21:38 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA — Sorotan tajam disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, terhadap kondisi sejumlah jalan rusak di wilayahnya. Ia mendesak pemerintah agar meninggalkan pola penanganan tambal-sulam yang dinilai tidak efektif.

Dalam Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kalteng, pada Selasa, 10 Juni 2025, Ansyari menilai perbaikan yang dilakukan selama ini belum menyentuh akar persoalan.

“Kesannya memang ada keterlambatan. Tapi kita lihat respon Pak Gubernur itu cukup cepat. Beliau langsung turun ke lapangan setelah dari Kotawaringin Barat dan menyambangi langsung rumah korban. Itu bentuk empati yang layak diapresiasi,” kata Ansyari.

Namun, ia menekankan empati saja tidak cukup. Ia menyebut pola pembangunan jalan masih terjebak dalam pemeliharaan jangka pendek tanpa pembenahan konstruksi menyeluruh.

“Jangan setiap tahun jalan itu lagi, itu lagi. Sudah tahu rusak, dilapis lagi, tapi konstruksinya tidak berubah. Ini pemborosan anggaran dan tidak menyelesaikan akar masalah,” ujarnya.

Menurutnya, penyebab utama cepat rusaknya jalan adalah pelanggaran tonase dan lemahnya pengawasan. Ia mencontohkan kendaraan dengan beban 15 hingga 20 ton tetap melintasi jalur yang seharusnya maksimal 8 ton.

“Kita perlu duduk bersama. DPR, dinas teknis, dan aparat penegak hukum harus menyatukan langkah. Kalau tidak, kita hanya buang anggaran untuk jalan yang umur teknisnya tidak pernah mencapai target,” tegasnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, kerusakan jalan bukan hanya terjadi di Katingan, tapi merata di Gunung Mas, Barito, dan ruas utama strategis lainnya.

“Jadi ini sudah masuk kategori masalah sistemik, bukan lokal,” katanya.

Tindak lanjut dari Gubernur Agustiar Sabran pun disinggung. Ansyari menyampaikan bahwa Dinas PU telah diinstruksikan segera menangani kerusakan, tapi ia mengingatkan pentingnya perencanaan matang.

“Kita tidak bisa lagi menyalahkan cuaca. Curah hujan tinggi memang ada, tapi kan ini bukan hal baru. Kalau tahu hujan ekstrem akan terjadi di akhir tahun, ya seharusnya desain teknis dan antisipasi kerusakan sudah dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan audit menyeluruh terhadap proyek jalan lima tahun terakhir guna mengungkap penyebab kerusakan.

“Jangan disamakan perlakuannya,” ucapnya.

Meski begitu, Ansyari tetap mengapresiasi komitmen gubernur dalam mendorong pembangunan jalan berkelanjutan.

“Komitmen Pak Agustiar sangat bagus. Kita di DPRD juga mendorong agar pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah itu sekali bangun, bisa tahan lama. Ini soal efisiensi fiskal dan keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.

Contoh nyata disebutnya adalah ruas Palangka Raya–Gunung Mas yang nyaris tiap tahun menyerap dana pemeliharaan. Ia berharap ke depan tak ada lagi pengulangan kesalahan.

“Kalau tiap tahun harus dialokasikan anggaran pemeliharaan di lokasi yang sama, berarti ada yang salah dalam pendekatan kita. Entah dari perencanaan, pengawasan, atau penegakan regulasi,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 7 July 2025

Bagikan

Rekomendasi

Pemberdayaan Masyarakat Harus Jadi Prioritas Utama APBN

Golkar Kalteng Bagikan 1.000 Paket Sembako di Tengah Kabut Asap

PWI Barito Utara Bagikan Ratusan Masker di Tengah Kabut Asap

PAMA Distrik BEKB Edukasi Siswa SMPN 1 Teweh Timur Cegah Bahaya Narkoba

Rangkaian BIK 2026 Hadirkan Berbagai Program Edukasi dan Aksi Sosial di Kotawaringin Barat

OJK Kalteng Gelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Pangkalan Bun

HUT Golkar Kalteng Diisi Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan

SMSI Kalteng Siap Bersinergi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2029

Karhutla Kalteng Memburuk, ARUN Kalteng Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional

Sengketa Lahan Hiu Putih Memanas, Pembangunan Toko Jeffriko Seran Diduga Tanpa Izin

OJK dan BI Kalteng Bersama FKIJK-BMPD Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Karhutla

Sektor Jasa Keuangan Kalteng Tetap Tangguh Hadapi Dinamika Global dan Karhutla