TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempercepat penyaluran program jaminan sosial terpadu bagi masyarakat.
Langkah ini diambil agar manfaat bantuan dapat segera dirasakan oleh warga menjelang hari raya keagamaan.
Target ambisius tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran. Agenda sosialisasi Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) ini digelar bersama awak media, LSM, dan organisasi kemasyarakatan di Istana Isen Mulang pada Selasa, 10 Maret 2026.
“Kartu Huma Betang Sejahtera sebelum Lebaran ini kami targetkan selesai,” ungkap H. Agustiar Sabran.
Gubernur Agustiar menjelaskan bahwa kartu sakti ini menjadi strategi utama pemprov dalam memayungi warga prasejahtera agar mendapat hak pemenuhan kebutuhan dasar secara berkesinambungan.
“KHBS adalah komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan dukungan tepat sasaran,” tambahnya.
Sistem proteksi sosial ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi basis data tunggal yang menyatukan berbagai jenis intervensi program kemiskinan lintas dinas.
“Program KHBS bukan sekadar simbol kebijakan, tetapi instrumen pelayanan yang harus dikelola secara terintegrasi, akuntabel, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Menilik kesiapan teknis di lapangan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, memaparkan jika logistik kartu tersebut sudah mendekati seratus persen di tingkat administrasi bawah.
“Sekitar 95 persen kartu Huma Betang sudah sampai di kecamatan maupun kelurahan. Targetnya maksimal besok seluruhnya sudah selesai,” kata Rangga.
Rangga menambahkan bahwa kepemilikan kartu ini otomatis menjadi kunci akses warga untuk menikmati berbagai fasilitas premium dari pemprov. Bantuan tersebut meliputi jaminan kesehatan gratis BPJS (PBI), dana darurat kesehatan, program sekolah gratis tingkat SMA/SMK, seragam gratis untuk 60 ribu siswa, hingga beasiswa kuliah program Satu Rumah Satu Sarjana.
Demi menyokong kesuksesan program jaminan sosial terpadu ini, Pemprov Kalteng tidak tanggung-tanggung dalam menggelontorkan anggaran daerah hingga menyentuh angka Rp400 miliar.
Bantuan ini nantinya akan dikombinasikan dalam bentuk penyaluran logistik pangan berkala minimal empat kali setahun, serta stimulus uang tunai sebanyak dua kali dalam setahun.
Skema penyaluran di lapangan diatur secara berjenjang dengan mendahulukan masyarakat di wilayah pelosok pedalaman yang minim akses transportasi, sebelum bergerak menyisir area perkotaan.
Aparat keamanan dari unsur Babinsa serta Bhabinkamtibmas juga dilibatkan penuh untuk mengawal proses penyerahan kartu agar terhindar dari potensi salah sasaran atau pungutan liar.
Pemerintah daerah berharap, integrasi data melalui platform KHBS ini dapat menjadi modal berharga dalam meningkatkan transparansi serta akuntabilitas tata kelola keuangan daerah di masa depan.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan