DPRD Barut Dorong Mitigasi: Data Emisi GRK Jadi Kunci Pembangunan Rendah Karbon

Aris Kurnia Hikmawan

3 December 2025, 22:46 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, BARITO UTARA – Anggota DPRD Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati, memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atas penyusunan Laporan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tahun 2025.

Laporan komprehensif ini dianggap sebagai pijakan penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan lingkungan yang terarah dan berbasis data ilmiah.

Ekspose laporan tersebut diselenggarakan oleh DLH di Aula DLH Barito Utara pada Rabu, 3 Desember 2025, yang dibuka oleh Plt Kepala DLH, drg. Dwi Agus Setijowati, dan dihadiri oleh perwakilan OPD serta akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Plt Kepala DLH, Dwi Agus, menegaskan bahwa inventarisasi GRK adalah kewajiban daerah sebagai amanat dari Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon, mengingat perubahan iklim adalah tantangan strategis.

“Melalui kegiatan ekspose hari ini, kita memastikan Kabupaten Barito Utara memiliki basis data emisi GRK yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan ULM Banjarmasin, Dr. Rizqi Putri Mahyudin, menyebut inventarisasi GRK sebagai langkah fundamental untuk merumuskan strategi mitigasi perubahan iklim berbasis data. “Hasil inventarisasi ini diharapkan menjadi rujukan dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan di Barito Utara,” ungkapnya.

Hj. Sri Neni Trianawati menekankan bahwa pembangunan rendah karbon harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Saya sangat mendukung langkah DLH Barito Utara yang telah melaksanakan inventarisasi GRK. Ini adalah pijakan penting agar kebijakan lingkungan di daerah kita semakin terarah dan berbasis data ilmiah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak perubahan iklim kian terasa, mulai dari cuaca ekstrem hingga penurunan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, data emisi yang jelas sangat dibutuhkan.

“Dengan adanya data emisi yang jelas, pemerintah dapat menyusun strategi mitigasi yang lebih efektif baik di sektor energi, persampahan, maupun tata guna lahan. Ini sangat penting untuk melindungi masyarakat dan memastikan pembangunan tetap berkelanjutan,” tambahnya.

Sri Neni Trianawati berharap laporan tersebut ditindaklanjuti dengan program pengurangan emisi yang konkret dan kolaborasi lintas sektor.

“Pengendalian GRK bukan hanya tugas DLH, tetapi seluruh OPD dan juga masyarakat. Kolaborasi harus terus diperkuat agar Barito Utara dapat berkontribusi dalam upaya nasional menurunkan emisi,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar edukasi publik mengenai dampak perubahan iklim dan perilaku ramah lingkungan terus ditingkatkan di tengah masyarakat.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 5 December 2025

Bagikan

Rekomendasi

PWI Barito Utara Bagikan Ratusan Masker di Tengah Kabut Asap

PAMA Distrik BEKB Edukasi Siswa SMPN 1 Teweh Timur Cegah Bahaya Narkoba

Rangkaian BIK 2026 Hadirkan Berbagai Program Edukasi dan Aksi Sosial di Kotawaringin Barat

OJK Kalteng Gelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Pangkalan Bun

HUT Golkar Kalteng Diisi Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan

SMSI Kalteng Siap Bersinergi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2029

Karhutla Kalteng Memburuk, ARUN Kalteng Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional

Sengketa Lahan Hiu Putih Memanas, Pembangunan Toko Jeffriko Seran Diduga Tanpa Izin

OJK dan BI Kalteng Bersama FKIJK-BMPD Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Karhutla

Sektor Jasa Keuangan Kalteng Tetap Tangguh Hadapi Dinamika Global dan Karhutla

Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Tetap Kokoh di Tengah Tekanan Global

NasDem Sukamara Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Kartamulia