Fenomena ‘Hotel Hopping’: Generasi Milenial dan Gen Z Berbagi Malam di Dua Hotel Demi Pengalaman Maksimal

Aris Kurnia Hikmawan

4 December 2025, 22:20 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, BARITO UTARA – Tren perjalanan yang unik tengah marak di kalangan wisatawan muda, yaitu tren berpindah-pindah hotel atau yang dikenal dengan istilah hotel hopping.

Fenomena ini didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z, yang memilih untuk membagi masa inap mereka di dua atau lebih properti dalam satu destinasi. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan variasi pengalaman selama menjelajahi destinasi itu.

Menurut survei dari Hotels.com, sebanyak 54 persen wisatawan kini ingin berpindah-pindah hotel. Motivasi paling banyak, yaitu 50 persen, adalah untuk menjelajahi berbagai lingkungan, serta memaksimalkan penawaran dan diskon (35 persen).

Tren berpindah-pindah hotel ini paling umum dilakukan saat liburan di kota (53 persen), di pulau (48 persen), serta saat menghadiri acara seperti konser dan festival (32 persen). Riset ini dilakukan oleh pihak ketiga OnePoll Studi secara daring terhadap 24 ribu responden dewasa di 18 negara, yang merencanakan perjalanan domestik atau internasional dalam tiga tahun ke depan.

Kepala Hotel Cleartrip Akhil Malik mengatakan, para wisatawan menata ulang rencana perjalanan mereka dengan membagi waktu menginap untuk menikmati lingkungan yang berbeda. Hal senada juga dikemukakan Mohal Nahta dari Atlys, bahwa wisatawan masa kini ingin lingkungan yang kontras, filosofi desain yang berbeda, dan pengalaman yang dikurasi, semuanya dalam satu perjalanan.

Hal ini memungkinkan kombinasi kreatif, seperti menggabungkan penginapan mewah dengan kamar hostel, seperti yang diamati Avijit Singh dari House of Rohet.

Namun, terdapat konsekuensi yang mungkin dapat menjadi pertimbangan para pelancong, seperti siklus berkemas, berkemas ulang, check-in, dan check-out yang sering, seperti yang dialami kreator konten perjalanan Shenaz Treasury. Risiko lainnya jika memesan masa inap singkat di awal mungkin kesulitan mencari kamar baru jika hotel yang diinginkan sudah penuh.

Sebagian besar pemimpin industri memperkirakan tren ini dapat bertahan lama. Menurut Devendra Parulekar dari SaffronStays, pergeseran perilaku wisatawan yang lebih mendalam ini mencerminkan meningkatnya permintaan akan perjalanan yang lambat dan imersif.

Semakin banyak pelancong yang membagi masa inap mereka di beberapa properti juga didorong oleh meningkatnya keinginan wisatawan akan variasi dan fleksibilitas. “Gaya perjalanan ‘padu-padan’ ini akan semakin umum seiring para tamu berusaha memaksimalkan pengalaman mereka di berbagai rencana perjalanan serbaguna dan liburan yang sering,” ujar Amit Damani, salah satu pendiri StayVista.

Bagi yang tertarik mencoba tren hotel hopping, ada beberapa tips untuk memudahkan perjalanan. Yang pertama, pada hari check-out, mintalah hotel pertama untuk menyimpan bagasi utama selama beberapa jam. Dengan begitu, Anda dapat memanfaatkan waktu untuk menjelajahi lingkungan baru tanpa bagasi hingga waktu check-in hotel berikutnya.

Tips kedua, supaya barang bawaan lebih ringkas, bawalah pakaian serbaguna dan anti-kusut (misalnya, sintetis, rajutan) yang dapat dipadupadankan. Yang terakhir, jika berpindah-pindah hotel dalam grup hotel, ada kesempatan untuk mengumpulkan poin loyalitas, meningkatkan kemungkinan upgrade suite (terutama untuk masa inap yang lebih singkat), dan terkadang mendapatkan bonus khusus.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 4 December 2025

Bagikan

Rekomendasi

PWI Barito Utara Bagikan Ratusan Masker di Tengah Kabut Asap

PAMA Distrik BEKB Edukasi Siswa SMPN 1 Teweh Timur Cegah Bahaya Narkoba

Rangkaian BIK 2026 Hadirkan Berbagai Program Edukasi dan Aksi Sosial di Kotawaringin Barat

OJK Kalteng Gelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Pangkalan Bun

HUT Golkar Kalteng Diisi Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan

SMSI Kalteng Siap Bersinergi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2029

Karhutla Kalteng Memburuk, ARUN Kalteng Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional

Sengketa Lahan Hiu Putih Memanas, Pembangunan Toko Jeffriko Seran Diduga Tanpa Izin

OJK dan BI Kalteng Bersama FKIJK-BMPD Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Karhutla

Sektor Jasa Keuangan Kalteng Tetap Tangguh Hadapi Dinamika Global dan Karhutla

Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Tetap Kokoh di Tengah Tekanan Global

NasDem Sukamara Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran Kartamulia