Menteri LHK Resmikan Pusat Suaka Owa Pararawen

Aris Kurnia Hikmawan

5 December 2025, 20:46 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, BARITO UTARA – Upaya konservasi primata endemik Kalimantan di Kabupaten Barito Utara kini memasuki babak baru dengan hadirnya fasilitas rehabilitasi yang representatif.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Raja Juli Antoni, meresmikan secara langsung Pusat Suaka Owa di Desa Pararawen, Kabupaten Barito Utara pada Jum’at, 5 Desember 2025. Fasilitas yang dikelola oleh Yayasan Kalaweit Indonesia ini menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan owa, primata yang kini statusnya terancam punah.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri LHK, didampingi oleh Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Drs. Muhlis, serta pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee. Kehadiran pusat suaka ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.

Usai meresmikan fasilitas, Menteri Raja Juli Antoni melakukan peninjauan ke area rehabilitasi dan berdialog mengenai penguatan ekosistem hutan. Ia menekankan bahwa pelestarian alam harus memberikan dampak positif yang luas bagi lingkungan dan ekonomi warga sekitar.

“Satu langkah maju yang penting untuk konservasi di Kalimantan. Pusat suaka ini bukan hanya tentang rehabilitasi satwa, tetapi juga pusat edukasi dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis kelestarian,” ujar Menteri LHK Raja Juli Antoni saat berdialog dengan Wabup Felix Sonadie Y Tingan dan Sekda Muhlis serta rombongan.

Dukungan dari pemerintah pusat ini disambut hangat oleh Chanee Kalaweit. Menurutnya, legalitas dan pengakuan resmi dari kementerian akan sangat membantu efektivitas kerja tim di lapangan, terutama dalam misi pengembalian satwa ke habitat aslinya.

“Dengan status yang semakin kuat, kami optimis program pelepasliaran dan pemulihan habitat owa bisa berjalan lebih efektif,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Barito Utara sendiri menyatakan siap mendukung penuh keberlangsungan pusat suaka ini. Wakil Bupati menegaskan bahwa isu lingkungan telah menjadi bagian integral dari rencana pembangunan jangka panjang daerah.

“Kami mengintegrasikan program konservasi ini dengan kebijakan pembangunan daerah. Pelestarian owa dan hutannya adalah investasi untuk masa depan Barito Utara yang berkelanjutan,” jelasnya.

Selain sesi diskusi, Menteri LHK juga sempat melakukan tracking untuk melihat langsung kondisi owa yang sedang menjalani masa rehabilitasi. Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.

Reporter: Aris Kurnia Hikmawan
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 22 December 2025

Bagikan

Rekomendasi

Gugatan Awal Mendadak Berubah, Jeffriko Seran Dinilai Tidak Percaya Diri

Dinilai Copy Paste BAP, Tuntutan Mati Kasus Sabu 9 Kg di PN Sampit Diwarnai Banyak Kejanggalan

OJK Perkuat Struktur Organisasi, Tujuh Pejabat Baru Dilantik

OJK Perkuat Budaya Menabung untuk Dorong Kesejahteraan Generasi Muda

Kalteng Borong Tiga Penghargaan Nasional Literasi Keuangan 2026

DPD ARUN Kalteng Siap Kawal 5 RUU Strategis di DPR RI

Perkuat Pembinaan Atlet Voli Muda, DPRD Pohuwato Dukung Ajang Kapolres Cup II 2026

Laga Puncak Kapolres Pohuwato Cup 2026: PNM FC dan Vanjura FC Siap Bentrok di Partai Final

OJK Kalteng Edukasi Pelajar Palangka Raya Kelola Keuangan Sejak Dini

SMSI Kalteng dan OJK Perkuat Sinergi Perluas Literasi Keuangan

Jaringan Media Jadi Kekuatan Perluas Edukasi Keuangan di Kalteng

Hadapi Tantangan Pengawasan Narkotika Cair, Kariswan Nilai Aspirasi Publik Penting dalam Proses Legislasi