TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadwalkan peluncuran program jaring pengaman sosial Kartu Huma Betang Sejahtera pada medio bulan ini.
Langkah ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan sekaligus mendongkrak taraf hidup masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
Kepastian lini masa peluncuran program tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, di hadapan jajaran insan pers saat menggelar konferensi pers di halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Gubernur memaparkan bahwa pendistribusian kartu sakti ini menjadi bukti konkret keberpihakan jajaran eksekutif dalam mengintervensi kesejahteraan keluarga prasejahtera yang selama ini belum tersentuh bantuan secara maksimal.
“Kami akan meluncurkan Kartu Huma Betang Sejahtera pada 20 Februari mendatang sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalteng,” ucapnya.
Agustiar menjamin seluruh sistem operasional pengolahan data penerima telah diproteksi dengan regulasi yang ketat. Pemerintah daerah telah menyusun formula khusus guna memastikan anggaran bantuan sosial ini tidak mengalami kebocoran.
“Kami memastikan bantuan melalui Kartu Huma Betang Sejahtera diterima oleh masyarakat yang berhak agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil,” kata Gubernur.
Pada kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menguraikan bahwa momentum peluncuran program ini bertepatan dengan peringatan satu tahun masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, tepatnya pada Jum’at, 20 Februari 2026.
Leonard menggarisbawahi bahwa bantuan ini bersifat eksklusif dan tidak disalurkan secara merata kepada seluruh penduduk. Skema penerima manfaat wajib merujuk pada indikator kemiskinan makro yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur.
“Kita ingin memastikan bahwa penerima manfaat Kartu Huma Betang Sejahtera ini benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, sehingga program ini tepat sasaran,” tambahnya.
Mantan Kepala Dinas PUPR Kalteng ini menganalogikan program bantuan tersebut menyerupai alokasi dana beasiswa pendidikan yang hanya diperuntukkan bagi kalangan dengan kualifikasi tertentu.
“Yang menerima adalah mereka yang memenuhi kriteria dan benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Guna mengantisipasi terjadinya salah sasaran, Leonard menyebut setiap calon penerima bantuan akan melewati penyaringan berlapis oleh tim verifikator di tingkat lapangan. Langkah ini untuk mencoret warga yang masuk kategori mampu secara finansial.
“Di sinilah peran verifikator, untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan,” lanjutnya.
Ia mengakui dinamika kondisi sosial ekonomi di lapangan sangat cair sehingga data induk berpotensi mengalami penurunan validitas seiring waktu. Oleh sebab itu, Pemprov Kalteng berkomitmen melakukan pembersihan data secara berkala.
“Data akan diverifikasi kembali secara rutin, baik per bulan maupun per tiga bulan. Ini penting karena bisa saja ada data yang belum diperbarui, misalnya warga yang telah meninggal dunia atau pindah domisili namun masih tercatat,” tuturnya.
Melalui kehadiran Kartu Huma Betang Sejahtera, jajaran Pemprov Kalteng optimistis penyaluran bantuan sosial ke depan akan berjalan lebih presisi, transparan, dan memberikan dampak ekonomi yang berkesinambungan.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan