Hadapi PT BSG, DPD ARUN Kalteng Kawal Rakyat Kecil Sampai Bebas

Aris Kurnia Hikmawan

8 January 2026, 23:32 WIB

Bagikan

Keterangan Foto: Foto bersama Ady Surya Jaya bersama kuasa hukumnya dari DPD Arun Kalteng. (ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Perkara yang menjerat tokoh masyarakat Desa Mulyasari, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, akhirnya mencapai putusan akhir di pengadilan dengan hasil membebaskan terdakwa dari seluruh dakwaan.

Majelis hakim menyatakan Ady Surya Jaya, terdakwa dalam perkara Nomor 54/Pid.B/2025/PN.Pps, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan sebagaimana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam persidangan, Ady didampingi tim penasihat hukum dari DPD Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Kalimantan Tengah, yakni Apriel H. Napitupulu, S.H. dan Kariswan Pratama Jaya, S.H. Tim kuasa hukum menegaskan bahwa kliennya tidak pernah melakukan perbuatan melawan hukum dalam proses ganti rugi lahan yang dilakukan oleh PT Borneo Sawit Gemilang (PT BSG), anak perusahaan Citra Borneo Indah (CBI) Group.

Apriel menjelaskan, sepanjang proses persidangan JPU tidak mampu membuktikan bahwa Ady menyerahkan tanah kepada PT BSG secara melawan hukum. Bahkan dalam agenda pemeriksaan setempat, tidak ada satu pun saksi yang menyatakan pernah melakukan pengukuran lahan milik Ady hingga masuk wilayah administrasi Desa Kantan Atas.

Ia menegaskan bahwa seluruh lahan milik Ady berada di wilayah administrasi Desa Mulyasari, sehingga dalil yang dibangun dalam dakwaan tidak didukung fakta persidangan.

“Kita mengenal asas hukum Actori Incumbit Onus Probandi. Siapa yang menuntut wajib membuktikan dalilnya. Tapi faktanya tidak ada fakta persidangan yang dapat membuktikan Terdakwa bersalah melakukan penipuan”, tegas Ketua DPD ARUN Kalteng tersebut.

Usai putusan dibacakan, Ady Surya Jaya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim penasihat hukum dari DPD ARUN Kalimantan Tengah yang dinilainya telah bekerja maksimal dalam mengungkap fakta-fakta persidangan yang menguntungkannya.

Sebelumnya, Ady dituntut oleh JPU dengan sangkaan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan tuduhan menjual tanah yang disebut bukan miliknya kepada PT BSG. Perkara ini bermula dari laporan polisi oleh oknum manajemen perusahaan, berdasarkan hasil audit internal yang menyebutkan adanya kerugian perusahaan akibat ratusan hektare lahan yang tidak dapat digarap.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 8 January 2026

Bagikan

Rekomendasi

ARUN Kalteng Dampingi Rakyat Kecil Hadapi PT BJAP, Sauce Akhirnya Divonis Bebas

Uji Ketangguhan di Lintasan Off-Road, New Toyota Hilux Diperkenalkan di Palangka Raya

Pengurus Baru KSU SB Minta Audit Keuangan Usai RDP DPRD Kalteng Tak Beri Kepastian

Kehilangan Sosok Kakak, Andi Yuslim Patawari Kenang Kebaikan Almarhum Rachmat Gobel

Waketum KADIN Indonesia Tekankan Penguatan Dunia Usaha dan Lapangan Kerja di Kalteng

PW NU Kalteng Dukung Pembentukan HPN, Siap Perkuat Ekonomi Nahdliyin di Daerah

Wagub Kalteng Minta Pemkab Sukamara Perkuat Inovasi dan Kehadiran di Tengah Masyarakat

Haddad Alwi Semarakkan Doa dan Syukuran Hari Jadi ke-24 Kabupaten Sukamara

Pemkab Sukamara Alokasikan Rp3,2 Miliar untuk Lanjutkan Peningkatan Jalan Kartamulia

Bupati Sukamara Pastikan Kesiapan Peningkatan Jalan Poros Kartamulia

Kartamulia Wakili Sukamara di Lomba Desa Tingkat Kalteng

Sukamara Expo 2026 Jadi Panggung Promosi 200 UMKM Lokal