TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Peringatan Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kalimantan Tengah berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan yang digelar di Aula Hotel Best Western Batang Garing pada Sabtu, 14 Februari 2026 itu menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen kader dalam pembangunan daerah.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Ketua Umum KAHMI Kalteng H. Abdul Razak, serta para kader HMI.
Dalam sambutannya, Gubernur menyoroti panjangnya perjalanan HMI yang hampir seumur dengan Republik Indonesia, serta kontribusinya dalam melahirkan kader-kader yang kini menempati posisi strategis.
“HMI adalah organisasi yang sangat berpengalaman, lahir tahun 1947, hampir menyamai usia kemerdekaan Indonesia. Banyak kader HMI kini mengisi posisi strategis di kementerian maupun lembaga,” ujar
Ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat peran dengan cara mengubah pola pikir serta meninggalkan ego sektoral demi kemajuan bersama, terutama di tengah pesatnya pembangunan, termasuk kehadiran Ibu Kota Nusantara.
“Membangun negeri ini kalau ada kesadaran bersama itu mudah. Tapi kalau ego muncul, merasa lebih pintar atau lebih kaya, itu berbahaya. Kader HMI harus think global and act local,” tegasnya.
Suasana semakin hangat ketika Gubernur membuka sambutannya dengan pantun yang disambut antusias hadirin.
“Pergi ke ladang menanam padi, padi dipanen di musim semi. 79 tahun HMI berdiri, terus berkarya untuk negeri,” ucap Agustiar.
Sementara itu, Ketua Majelis Wilayah KAHMI Kalteng H. Abdul Razak menegaskan kembali komitmen dasar HMI dalam menjaga nilai keislaman dan keutuhan bangsa.
“Tema Milad Nasional ke-79, ‘Khidmat HMI untuk Indonesia’, memiliki makna pengabdian yang tulus. Selaras dengan itu, di tingkat daerah kita mengusung tema ‘Khidmat HMI untuk Kalimantan Tengah’ agar keberadaan kita memberi manfaat nyata menuju Kalteng Berkah,” ujar abdul razak
Ia juga mengajak kader dan alumni HMI untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah di berbagai sektor serta menjaga harmoni sosial di masyarakat.
“Kader HMI dituntut tetap relevan dan adaptif tanpa kehilangan jati diri. Harus mampu menjadi insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernapaskan Islam,” tambahnya.
Perwakilan Badko HMI Kalteng melalui Sekretaris Umum M. Iqbal Zulkarnain menyebut peringatan milad ini sebagai momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
“Silaturahmi ini adalah energi moral dan intelektual bagi HMI. Kita ingin memastikan bahwa HMI tetap menjadi lokomotif kaderisasi, mitra kritis pemerintah, dan kekuatan sosial yang solutif bagi umat dan daerah,” tegasnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, terbangun sinergi yang kuat antara HMI dan KAHMI dalam mewujudkan pembangunan Kalimantan Tengah yang lebih maju dan berdaya saing.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan