Teguhkan Semangat Nasionalisme, Bambang Purwanto Gelar Sosialisasi Empat Pilar

Aris Kurnia Hikmawan

25 November 2024, 22:34 WIB

Bagikan

Keterangan Foto: Bambang Purwanto, anggota Komisi IV DPR RI Dapil Kalimantan Tengah saat memaparkan materi pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di GOR Aula Desa Pasir Panjang, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat pada Senin, 25 November 2024. (ist)

TENTANGKALTENG.ID, KOTAWARINGIN BARAT – Anggota Komisi IV DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Bambang Purwanto, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di GOR Aula Desa Pasir Panjang, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat pada Senin, 25 November 2024. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai elemen masyarakat hadir, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat. Bambang Purwanto, dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan pedoman dalam menjaga persatuan, stabilitas, dan kesejahteraan bangsa Indonesia secara utuh. 

Ia menekankan bahwa pemahaman yang baik terhadap pilar-pilar ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika sosial yang terus berkembang dan berubah-ubah.

“Pancasila adalah pedoman hidup yang harus terus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilainya harus menjadi dasar dan pedoman dalam membangun kebersamaan, toleransi, dan gotong royong,” ujar Bambang Purwanto.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa UUD 1945 sebagai konstitusi negara memiliki peran penting dalam menjamin hak dan kewajiban setiap warga negara.

“Kita harus memahami bahwa konstitusi bukan sekadar lembaran-lembaran teks hukum, tetapi merupakan pedoman dalam bernegara yang harus dijaga dan dihormati oleh setiap individu di dalamnya,” tambahnya.

Bambang Purwanto juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keutuhan NKRI dengan mengedepankan semangat persatuan dan menolak segala bentuk perpecahan.

“Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya sebagai sebuah semboyan, tetapi juga menjadi salah satu falsafah bagi kita untuk hidup bersosialisasi di tengah keberagaman masyarakat. Kita harus menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dan semangat persatuan untuk membangun bangsa yang lebih maju, harmonis, dan berkeadilan,” katanya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga melibatkan sesi diskusi interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pandangan mengenai penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan serta diskusi yang berlangsung dinamis.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan dan keberagaman Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap Empat Pilar Kebangsaan, masyarakat diharapkan dapat lebih berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 12 March 2025

Bagikan

Rekomendasi

Pemberdayaan Masyarakat Harus Jadi Prioritas Utama APBN

Golkar Kalteng Bagikan 1.000 Paket Sembako di Tengah Kabut Asap

PWI Barito Utara Bagikan Ratusan Masker di Tengah Kabut Asap

PAMA Distrik BEKB Edukasi Siswa SMPN 1 Teweh Timur Cegah Bahaya Narkoba

Rangkaian BIK 2026 Hadirkan Berbagai Program Edukasi dan Aksi Sosial di Kotawaringin Barat

OJK Kalteng Gelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Pangkalan Bun

HUT Golkar Kalteng Diisi Aksi Sosial dan Kepedulian Lingkungan

SMSI Kalteng Siap Bersinergi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2029

Karhutla Kalteng Memburuk, ARUN Kalteng Desak Presiden Tetapkan Status Bencana Nasional

Sengketa Lahan Hiu Putih Memanas, Pembangunan Toko Jeffriko Seran Diduga Tanpa Izin

OJK dan BI Kalteng Bersama FKIJK-BMPD Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Karhutla

Sektor Jasa Keuangan Kalteng Tetap Tangguh Hadapi Dinamika Global dan Karhutla