TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah kini fokus memperkuat budaya riset dan inovasi di kalangan pelajar demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia daerah.
Langkah strategis ini diambil guna mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang mampu merangsang inovasi langsung dari lingkungan sekolah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil Asesmen Minat dan Bakat (AMB), banyak siswa di Kalimantan Tengah yang tercatat memiliki tingkat kecerdasan intelektual di atas rata-rata.
“Hasil ini luar biasa dan patut kita banggakan. Tapi yang paling penting adalah tindak lanjutnya. Anak-anak dengan potensi besar ini tidak boleh kita biarkan begitu saja,” ujarnya pada saat menghadiri kegiatan Diseminasi Kekayaan Intelektual di Best Western Batang Garing Palangka Raya, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Menyikapi potensi besar tersebut, Disdik Kalteng menginstruksikan pihak sekolah untuk memberikan pendampingan yang lebih serius. Langkah ini dapat diwujudkan melalui penyediaan kelas khusus, program pengayaan, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang spesifik untuk mengasah kemampuan siswa berpotensi tinggi.
Selain pendampingan intensif, pemerintah daerah juga mendorong pembentukan Research Club di setiap sekolah. Melalui wadah ini, para siswa dibiasakan untuk melakukan penelitian sejak dini dengan fokus pada potensi lokal maupun penyelesaian isu lingkungan di sekitarnya.
Sebagai gambaran inovasi yang kontekstual, Reza mencontohkan riset pengembangan produk berbasis nanas di wilayah Basarang, hingga studi mengenai pemanfaatan air gambut sebagai sumber energi listrik sederhana.
Menatap ke depan, Disdik Kalteng berencana untuk menyelenggarakan pekan inovasi yang berbasis pada zonasi wilayah. Agenda ini nantinya akan menjadi ruang pertemuan bagi hasil karya para siswa dari berbagai daerah, sekaligus diharapkan mampu melahirkan inovasi pelajar yang berdampak luas bagi pembangunan daerah.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan