TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Sektor pendidikan dipastikan tetap menjadi perhatian utama dalam pembangunan daerah, meskipun postur APBD Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan signifikan.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, di hadapan peserta peluncuran Program Strategis Pendidikan Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang pada Kamis, 5 Maret 2026.
Sebagai informasi, anggaran daerah Kalimantan Tengah mengalami penyusutan dari yang sebelumnya berada di angka Rp10,2 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp5,4 triliun pada tahun 2026.
Meski kondisi keuangan daerah sedang mengalami penyesuaian, Agustiar menyatakan hal tersebut tidak akan menggoyahkan fokus pemerintah untuk menjamin layanan dasar masyarakat.
“Kami tidak ingin melihat ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, tidak bisa makan,” tegasnya.
Visi pemenuhan hak dasar ini diakomodasi melalui program jaminan sosial-pendidikan seperti sekolah gratis, pembagian seragam, serta program Satu Rumah Satu Sarjana yang masuk dalam program unggulan Kartu Huma Betang Sejahtera.
Bagi Agustiar, alokasi anggaran pada sektor pendidikan adalah bentuk investasi jangka panjang yang paling ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan dan keterisolasian daerah.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan