TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melihat adanya indikator positif antara keberhasilan pembangunan sektor pendidikan dengan tingkat kesejahteraan di Kalimantan Tengah.
Pandangan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, selepas menghadiri upacara Hardiknas 2026 di Palangka Raya pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menilai eksekusi program pendidikan yang berjalan masif di daerah ini terbukti memberikan dampak linier terhadap kualitas kehidupan sosial masyarakat.
Fajar memaparkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kalimantan Tengah, dari 0,39 persen pada tahun 2024 menjadi sisa 0,25 persen pada tahun 2025.
Capaian impresif Bumi Tambun Bungai ini berada jauh di bawah persentase rata-rata kemiskinan ekstrem tingkat nasional yang berada di angka 0,88 persen.
“Ini menunjukkan adanya korelasi antara pengentasan kemiskinan dengan kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Di samping penyusutan angka kemiskinan, tren positif juga ditunjukkan oleh grafik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Tengah yang merangkak naik secara signifikan.
Wamen menegaskan bahwa penguatan anggaran pada pos pendidikan bukanlah pengeluaran konsumtif, melainkan investasi jangka panjang paling aman untuk memutus kemiskinan daerah.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan