OPLA dan Cetak Sawah Dinilai Jadi Tambang Baru PAD Kalteng

Aris Kurnia Hikmawan

15 April 2025, 21:26 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA Program Optimalisasi Lahan (OPLA) dan cetak sawah yang tengah digulirkan di Kalimantan Tengah (Kalteng) tak hanya dianggap strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, tapi juga dinilai punya potensi besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekretaris Komisi I DPRD Kalteng, Pipit Setyo Rini, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menegaskan bahwa dampaknya bisa dirasakan lebih luas dari sekadar manfaat bagi petani. “Program ini adalah bagian dari ketahanan pangan yang dicanangkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Kami mendukung penuh karena manfaatnya bukan hanya dirasakan petani dan masyarakat, tapi juga bisa berkontribusi langsung pada pendapatan daerah,” ujarnya pada Selasa, 15 April 2025.

Politikus dari PKB ini menyebutkan bahwa berdasarkan data yang diterimanya, luasan lahan yang masuk dalam skema OPLA dan cetak sawah tahun ini mencapai 102.622 hektare. Ia melihat peluang besar dalam pemanfaatan alat berat dan bahan bakar untuk mendukung program tersebut—yang menurutnya bisa menjadi sumber PAD melalui mekanisme pajak.

“Saya ingin menegaskan bahwa penggunaan alat berat dan BBM untuk proyek ini adalah potensi PAD yang sangat signifikan. Ini juga selaras dengan visi Bapak Gubernur Agustiar Sabran dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ucap Pipit.

Guna memaksimalkan peluang ini, ia mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk proaktif menjalin koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) selaku pelaksana teknis di lapangan. Pipit menilai, kerja lintas sektor sangat diperlukan agar kebijakan daerah bisa diimplementasikan secara optimal.

Ia pun mengingatkan bahwa ada payung hukum yang mendukung potensi pungutan dari aktivitas proyek tersebut, yakni Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. “Kami di DPRD mendukung sepenuhnya kebijakan nasional soal ketahanan pangan. Tapi kami juga tidak ingin daerah hanya menjadi pelaksana teknis tanpa mendapatkan manfaat fiskal yang sepadan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pipit menyatakan bahwa DPRD siap mengawal program ini, baik dari aspek penganggaran maupun penguatan regulasi. Menurutnya, ini adalah kesempatan penting untuk membuktikan bahwa pembangunan berbasis desa dan sektor pertanian dapat menjadi tumpuan kemandirian fiskal daerah.

“Ini momentum besar untuk membuktikan bahwa pembangunan berbasis desa dan pertanian juga bisa menopang kemandirian fiskal,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 14 May 2025

Bagikan

Rekomendasi

Gugatan Awal Mendadak Berubah, Jeffriko Seran Dinilai Tidak Percaya Diri

Dinilai Copy Paste BAP, Tuntutan Mati Kasus Sabu 9 Kg di PN Sampit Diwarnai Banyak Kejanggalan

OJK Perkuat Struktur Organisasi, Tujuh Pejabat Baru Dilantik

OJK Perkuat Budaya Menabung untuk Dorong Kesejahteraan Generasi Muda

Kalteng Borong Tiga Penghargaan Nasional Literasi Keuangan 2026

DPD ARUN Kalteng Siap Kawal 5 RUU Strategis di DPR RI

Perkuat Pembinaan Atlet Voli Muda, DPRD Pohuwato Dukung Ajang Kapolres Cup II 2026

Laga Puncak Kapolres Pohuwato Cup 2026: PNM FC dan Vanjura FC Siap Bentrok di Partai Final

OJK Kalteng Edukasi Pelajar Palangka Raya Kelola Keuangan Sejak Dini

SMSI Kalteng dan OJK Perkuat Sinergi Perluas Literasi Keuangan

Jaringan Media Jadi Kekuatan Perluas Edukasi Keuangan di Kalteng

Hadapi Tantangan Pengawasan Narkotika Cair, Kariswan Nilai Aspirasi Publik Penting dalam Proses Legislasi