TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pergantian kepemimpinan di tubuh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Tengah yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026 mendatang menjadi momentum refleksi sekaligus arah baru bagi penguatan organisasi ke depan.
Menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan, alumni HMI yang juga anggota DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran pimpinan yang telah menakhodai organisasi tersebut.
“Di akhir periodenya KAHMI Kalteng saat ini, kita siapkan karpet merah sebagai bentuk rasa hormat, bangga, serta ucapan terima kasih kepada Kakanda Ketua Umum Ir. H. Abdul Razak, Sekretaris Umum H. Daryana, S.E., M.Pd., dan Ketua Harian H. Suparman,” ujar Abdul Hafid.
Abdul Hafid yang juga merupakan Mantan Ketua Umum HMI Cabang Palangka Raya itu menilai fondasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya menjadi modal penting untuk membawa KAHMI Kalteng memasuki fase baru yang lebih progresif dan kolektif.
Ia menambahkan jika pada periode selanjutnya, KAHMI Kalteng direncanakan menggunakan sistem presidium, mengikuti pola kepemimpinan KAHMI di tingkat nasional. Sistem ini diharapkan membuat organisasi lebih kolektif, solid, dan efektif dalam mengambil keputusan. “Kita mulai langkah ke depan dengan kepemimpinan bersama presidium,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Akhmadi, alumni HMI dari IAIN Palangka Raya, menegaskan bahwa regenerasi menjadi kebutuhan mendesak agar organisasi tetap relevan dalam menghadapi berbagai dinamika yang ada di daerah ataupun nasional.

“KAHMI Kalteng perlu melakukan regenerasi dan pengembangan organisasi agar lebih solid, lebih maju, dan lebih baik lagi. Regenerasi bukan hanya pergantian figur, tetapi memastikan proses kaderisasi tetap berjalan dan berkelanjutan sesuai cita-cita organisasi,” kata Akhmadi.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan sejarah panjang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di tingkat nasional. Sejak berdiri pada 1947, HMI dikenal sebagai salah satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia yang melahirkan banyak tokoh nasional di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, legislatif, akademisi, hingga sektor profesional.
Dalam berbagai kajian politik dan kepemimpinan nasional, alumni HMI tercatat menduduki banyak posisi strategis di lembaga negara maupun pemerintahan daerah. Hal ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi HMI memiliki dampak nyata terhadap pembentukan kepemimpinan nasional.
Akhmadi menilai, sebagai wadah alumni, KAHMI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesinambungan tradisi intelektual dan kepemimpinan tersebut.
“Kalau HMI dikenal sebagai kawah candradimuka kader bangsa, maka KAHMI harus menjadi ruang konsolidasi dan penguatan peran alumni di tingkat nasional maupun daerah. Kita tidak boleh stagnan. Organisasi harus terus berkembang mengikuti tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan riset, kajian kebijakan, dan kontribusi pemikiran sebagai bagian dari pengembangan organisasi. Menurutnya, di era persaingan global dan transformasi digital, organisasi alumni harus mampu menghadirkan gagasan berbasis data dan solusi konkret bagi persoalan masyarakat.
“KAHMI Kalteng perlu memperkuat proses regenerasi dan pengembangan organisasi agar semakin solid dan adaptif. Organisasi ini tidak boleh hanya besar secara nama, tetapi harus solid dalam struktur, kuat dalam kaderisasi, dan nyata kontribusinya bagi daerah maupun bangsa,” tutup Akhmadi.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan