TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Tengah periode 2025–2029 resmi dikukuhkan.
Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Bapperida Kalteng, pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan dihadiri sejumlah tokoh daerah serta jajaran pengurus organisasi.
Dalam susunan kepengurusan, Razak ditunjuk sebagai Ketua Penasehat. Sementara posisi Ketua Umum diemban oleh Istani, didampingi M Nor sebagai Sekretaris dan Tubasa sebagai Bendahara. Sejumlah nama lain seperti Riban Satia, Fairid Nafarin, hingga Salahuddin juga turut masuk dalam struktur kepengurusan.
Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan keberagaman di Kalteng menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan.
“Warga Banjar telah menunjukkan peran penting dalam menjaga kerukunan. Banjar bukan pendatang, tetapi menjadi bagian penunjang falsafah Huma Betang,” ujarnya.
Leonard berharap organisasi KBB mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua IV KBB Pusat, Ari, menyebut KBB sebagai wadah silaturahmi bagi masyarakat Banjar di berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri. Ia mengungkapkan diaspora Banjar telah tersebar luas, termasuk di Malaysia, Belanda, Arab Saudi, Singapura, dan Taiwan.
Dalam kesempatan tersebut, Ari juga menyampaikan pesan Ketua Umum KBB Pusat, Paman Birin, agar seluruh warga Banjar terus menjaga keharmonisan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua PW-KBB Kalteng, Istani, menegaskan kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan program kerja sebelumnya sekaligus memperkuat organisasi hingga tingkat daerah.
Ia mengakui masih ada beberapa wilayah yang belum dilantik atau belum terbentuk kepengurusannya, seperti Kabupaten Kotawaringin Timur, Barito Utara, Seruyan, dan Gunung Mas.
“Insyaallah di periode kami nanti semua bisa diselesaikan,” ujarnya.
Istani juga mengajak seluruh pengurus untuk aktif menjalankan program organisasi dengan mengedepankan prinsip “panca tertib”, meliputi tertib administrasi, tertib pengurus, dan tertib program.
“Jangan banyak bertanya, tapi bergerak,” tegasnya.
Ia optimistis dengan struktur kepengurusan yang semakin lengkap, koordinasi akan berjalan lebih efektif dan seluruh program kerja dapat dilaksanakan secara maksimal.
“Kami memohon seluruh pengurus dan warga Banjar bisa bersatu dalam KBB dan bersinergi turut melaksanakan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” katanya.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan