TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyusun langkah strategis guna memasok energi bersih ke lingkungan pendidikan.
Sejumlah sekolah menengah di wilayah setempat ditargetkan segera menikmati fasilitas listrik mandiri dalam waktu dekat.
Instansi penanggung jawab sektor energi ini tengah mematangkan draf pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk jenjang SMA, SMK, serta Sekolah Khusus, baik berstatus negeri maupun swasta, yang dianggarkan pada Tahun Anggaran 2026.
Pembahasan draf krusial tersebut digodok melalui rapat teknis terpadu yang dipusatkan di Ruang Rapat Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalteng pada Selasa, 3 Februari 2026.
Pertemuan tersebut difokuskan pada sinkronisasi spesifikasi alat dan kalkulasi kebutuhan riil modul panel surya yang akan dipasang di setiap satuan pendidikan. Langkah ini menjadi dasar penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah Provinsi Kalteng guna menunjang digitalisasi sekolah.
Jalannya rapat teknis dipimpin oleh Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Dinas ESDM Kalteng, Ferryanson, yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Kalteng, Sutoyo.
Ferryanson menjabarkan bahwa alokasi pemasangan PLTS ini diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok atau daerah yang pasokan listrik dari jaringan utamanya masih sering mengalami gangguan.
“Panel surya ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan listrik di satuan pendidikan, khususnya sekolah yang berada di daerah dengan keterbatasan jaringan listrik,” kata Ferryanson.
Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan sekolah sangat krusial untuk menjamin kelancaran operasional komputer dan proyektor saat guru memberikan materi pelajaran kepada para siswa.
“With dukungan listrik yang lebih mandiri, sekolah dapat mengoperasikan perangkat pembelajaran digital secara lebih optimal,” tambah Ferryanson.
Ia menuturkan bahwa tim teknis juga memperhitungkan aspek ketahanan komponen baterai dan inverter agar sistem kelistrikan mandiri ini bisa bertahan lama serta minim biaya perawatan.
“Kami ingin memastikan perencanaan dilakukan secara tepat, baik dari sisi teknis maupun anggaran, sehingga pemasangan PLTS nantinya benar-benar efektif dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut terungkap bahwa keterbatasan daya listrik masih menjadi ganjalan utama pelaksanaan kurikulum merdeka berbasis digital pada sekolah menengah atas dan sekolah luar biasa di wilayah Kalteng. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan pagu indikatif belanja pada Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng.
Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor antara Dinas ESDM dan Dinas Pendidikan dinilai menjadi solusi jitu untuk memecahkan masalah pemenuhan sarana infrastruktur penunjang belajar mengajar tersebut.
Distribusi komponen PLTS ini nantinya akan mencakup seluruh tahapan pengadaan hingga uji coba instalasi fisik, sebelum diserahterimakan ke sekolah-sekolah sasaran di seluruh kabupaten dan kota se-Kalteng sepanjang tahun ini.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan