Disdik Kalteng Dorong Penerapan AI, Coding, dan STEM di Sekolah

Aris Kurnia Hikmawan

17 January 2026, 21:56 WIB

Bagikan

(ist)

TENTANGKALTENG.ID, PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan teknologi modern ke dalam sistem pembelajaran di sekolah.

Langkah ini dilakukan dengan mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, coding, serta metode Science, Technology, Engineering, and Mathematics sebagai bagian dari budaya belajar baru.

Hal tersebut ditegaskan oleh Pelaksana Tugas Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat memimpin rapat koordinasi daring bersama jajaran pengawas serta kepala SMA, SMK, dan Sekolah Khusus se-Kalteng pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Reza menginstruksikan para tenaga pendidik untuk mulai membiasakan diri menggunakan perangkat AI dan dasar-dasar coding dalam proses belajar mengajar di kelas. Penguasaan aspek digital ini dinilai sangat mendesak agar mutu pendidikan daerah tidak tertinggal oleh arus perkembangan zaman.

“Kalau di pusat orang bicara STEM, kita di daerah sudah bicara implementasinya. STEM ini harus berdampak dan punya manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa implementasi metode STEM tidak boleh sekadar menjadi teori di atas kertas, melainkan harus diwujudkan lewat aktivitas praktik yang dekat dengan realita para siswa. Guru dituntut lebih kreatif menyisipkan pendekatan ilmiah yang kontekstual.

Di samping itu, Reza juga menyoroti pentingnya pengembangan riset yang bertumpu pada karakteristik dan potensi lokal lingkungan sekitar. Ia mengapresiasi inovasi siswa yang berhasil menyalakan lampu dari air gambut menggunakan sistem katoda dan anoda sebagai contoh konkret riset aplikatif.

“Di Basarang misalnya, potensi nanas sangat besar. Dulu gula dari tebu, sekarang dari jagung atau stevia, tidak menutup kemungkinan nanti dari nanas. Jangan pernah ragu untuk berinovasi,” katanya.

Khusus untuk jenjang SMK, ia mengarahkan agar topik penelitian diselaraskan dengan keahlian masing-masing jurusan, seperti teknologi jaringan dan bidang vokasi lainnya. Disdik Kalteng bahkan memasang target program satu sekolah satu produk inovasi sebagai standar mutu.

“Bayangkan kalau dari lebih 400 sekolah, masing-masing menghasilkan satu produk inovasi setiap tahun. Ini potensi luar biasa,” ungkapnya.

Guna mewujudkan ekosistem tersebut, Disdik Kalteng berencana meluncurkan agenda pekan inovasi berbasis zonasi wilayah. Pihaknya juga akan menjajaki kemitraan dengan dunia usaha melalui optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan.

“CSR yang disalurkan harus berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat. Tidak menutup kemungkinan, dari sini akan lahir inovasi yang bisa menembus tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan

Aris Kurnia Hikmawan

Diperbarui 16 June 2026

Bagikan

Rekomendasi

Gugatan Awal Mendadak Berubah, Jeffriko Seran Dinilai Tidak Percaya Diri

Dinilai Copy Paste BAP, Tuntutan Mati Kasus Sabu 9 Kg di PN Sampit Diwarnai Banyak Kejanggalan

OJK Perkuat Struktur Organisasi, Tujuh Pejabat Baru Dilantik

OJK Perkuat Budaya Menabung untuk Dorong Kesejahteraan Generasi Muda

Kalteng Borong Tiga Penghargaan Nasional Literasi Keuangan 2026

DPD ARUN Kalteng Siap Kawal 5 RUU Strategis di DPR RI

Perkuat Pembinaan Atlet Voli Muda, DPRD Pohuwato Dukung Ajang Kapolres Cup II 2026

Laga Puncak Kapolres Pohuwato Cup 2026: PNM FC dan Vanjura FC Siap Bentrok di Partai Final

OJK Kalteng Edukasi Pelajar Palangka Raya Kelola Keuangan Sejak Dini

SMSI Kalteng dan OJK Perkuat Sinergi Perluas Literasi Keuangan

Jaringan Media Jadi Kekuatan Perluas Edukasi Keuangan di Kalteng

Hadapi Tantangan Pengawasan Narkotika Cair, Kariswan Nilai Aspirasi Publik Penting dalam Proses Legislasi